Akses Terbatas, Warga Desa Balau Buol Minta Pemerintah Bangun Jembatan Penyeberangan

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Balau Buol Minta Pemerintah Bangun Jembatan Penyeberangan Foto : Karikatur/Ilustrasi SU

Warga Desa Balau Buol Minta Pemerintah Bangun Jembatan Penyeberangan Foto : Karikatur/Ilustrasi SU

BUOL, SUARAUTARA.COM – Pembangunan jembatan penyeberangan antar dusun di Desa Balau, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, dinilai sangat mendesak. Pasalnya, selama bertahun-tahun warga hanya mengandalkan rakit kayu untuk menyeberang menuju desa induk.

Meski telah diusulkan dari tahun ke tahun, baik melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan hingga kabupaten, pembangunan jembatan tersebut hingga kini belum juga terealisasi.

Pemerintah Desa Balau terus berupaya agar pembangunan jembatan penyeberangan dapat segera diwujudkan dan didanai melalui APBD Kabupaten, APBD Provinsi, maupun APBN, mengingat keterbatasan anggaran desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Desa Balau, Maidah P. Todael, kepada awak media mengatakan bahwa efisiensi anggaran tahun ini membuat pemerintah desa belum mampu mengalokasikan pembangunan jembatan melalui Dana Desa. Namun demikian, pembangunan jembatan tetap menjadi skala prioritas yang diusulkan dalam Musrenbang Desa beberapa waktu lalu.

“Selain usulan kebutuhan drainase, air bersih, serta sektor pendidikan, kesehatan, dan UMKM, jembatan penyeberangan ini menjadi skala prioritas. Kami berharap dapat terealisasi dengan dukungan semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).

Sementara itu, salah seorang warga Desa Balau, Fitria, mengatakan bahwa pembangunan jembatan akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya anak sekolah dan petani yang setiap hari harus menyeberang ke desa induk.

“Kalau jembatan ini dibangun, manfaatnya akan sangat terasa bagi masyarakat, terutama anak sekolah dan petani,” katanya.

Senada dengan itu, warga lainnya menuturkan bahwa selama ini rakit penyeberangan memang sangat membantu. Namun, kondisi tersebut dinilai tidak aman, terutama saat debit air sungai meningkat.

“Kalau banjir besar datang, anak sekolah tidak bisa menyeberang karena rakit tidak bisa digunakan,” pungkasnya. [Red]

Berita Terkait

Hari Pertama MTQ: Kafilah Kabupaten Buol Turunkan 13 Peserta Terbaik di Berbagai Arena Lomba
Bunda PAUD Buol Terima Penghargaan dari Kemendikdasmen atas Partisipasi Tertinggi se-Sulteng
Wabup Buol Hadiri Malam Ta’aruf MTQ ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulteng di Sigi
Tampilkan Miniatur Masjid Megah, Rombongan Kabupaten Buol Curi Perhatian di Pawai Ta’aruf Sigi
Lolos Verifikasi Administrasi, 49 Kafilah Asal Buol Siap Tempur di MTQ Sigi
Atasi Tantangan Kualifikasi Pendidikan, Pemkab Buol Buka ‘Karpet Merah’ RPL Untad bagi ASN dan Warga
HUT Satpol PP ke-76 di Tolitoli, Bupati Buol Tekankan Peningkatan Profesionalisme Aparatur
Bupati Buol: Lewat Mandatori B50, Daerah, Petani, dan Perusahaan Harus Sama-Sama Untung

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:03 WITA

Hari Pertama MTQ: Kafilah Kabupaten Buol Turunkan 13 Peserta Terbaik di Berbagai Arena Lomba

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:27 WITA

Bunda PAUD Buol Terima Penghargaan dari Kemendikdasmen atas Partisipasi Tertinggi se-Sulteng

Minggu, 7 Juni 2026 - 10:21 WITA

Wabup Buol Hadiri Malam Ta’aruf MTQ ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulteng di Sigi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:11 WITA

Tampilkan Miniatur Masjid Megah, Rombongan Kabupaten Buol Curi Perhatian di Pawai Ta’aruf Sigi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:07 WITA

Lolos Verifikasi Administrasi, 49 Kafilah Asal Buol Siap Tempur di MTQ Sigi

Berita Terbaru