OKU, Suarautara.com – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalinsum), tepatnya di Kampung Umpu Kencana, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Sabtu malam (17/1/2026). Insiden tersebut mengakibatkan dua jurnalis asal Kabupaten OKU menjadi korban, satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat.
Kecelakaan melibatkan sepeda motor dan sebuah minibus. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 21.30 WIB saat kondisi cuaca hujan deras sehingga menyebabkan jalan licin.
Kasat Lantas Polres Way Kanan, AKP Sulkhan, mengatakan pihaknya langsung menerjunkan personel Satlantas ke lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menerima laporan sekitar pukul 21.30 WIB dan anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan,” ujar AKP Sulkhan.
Ia menjelaskan, kecelakaan bermula saat sepeda motor Honda Beat warna hitam tanpa nomor polisi yang dikendarai Medi Diyansah (36) berboncengan dengan Andi Saputra (35) melaju dari arah Blambangan Umpu menuju Way Tuba dengan kecepatan cukup tinggi.
Saat melintasi jalur lurus di Kampung Umpu Kencana, sepeda motor tersebut diduga kehilangan kendali akibat kondisi jalan licin hingga terjatuh ke tengah badan jalan.
“Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju minibus Toyota Calya warna hitam bernomor polisi B 2439 TVH yang dikemudikan Yosarman, warga Baturaja Timur. Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari,” jelas AKP Sulkhan.
Akibat benturan keras tersebut, pengendara sepeda motor Medi Diyansah, warga Kampung Umpu Kencana, meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) akibat luka serius di bagian kepala.
Sementara itu, penumpangnya Andi Saputra, warga Kampung Gunung Sangkaran, mengalami luka berat berupa patah tulang pada kaki kanan dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Pengemudi minibus, Yosarman, bersama rekannya R.M. Nazamudin yang akrab disapa Wahyu, tidak mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
Saat dimintai keterangan di ruang Satlantas Polres Way Kanan, Yosarman mengaku tidak menyangka kecelakaan itu terjadi begitu cepat karena hujan turun cukup deras.
“Setelah terasa ada benturan, kami khawatir terjadi sesuatu. Atas arahan Wahyu, kami langsung menuju Polsek Blambangan Umpu untuk meminta pengamanan,” ujarnya.
Sementara itu, Wahyu menuturkan bahwa dirinya sempat tertidur di dalam kendaraan dan tidak mengetahui secara langsung kejadian kecelakaan tersebut.
“Saya tertidur dan terbangun karena terasa benturan keras. Saya kira mobil ditabrak dari belakang. Setelah diberi tahu ada orang jatuh dan tertabrak, kami langsung menuju Polsek karena jaraknya dekat dari lokasi,” katanya.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga mengakibatkan kerusakan kendaraan dengan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp2 juta.
“Saat ini seluruh barang bukti telah diamankan di Satlantas Polres Way Kanan guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” tegas AKP Sulkhan.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, khususnya saat berkendara dalam kondisi hujan deras dan jalanan licin, guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.
[Red/Edo]

























