Suarautara.com|Situbondo – Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang berlangsung sejak sebulan terakhir hingga kini membuat kabupaten Situbondo panen bencana.
Selain bencana banjir beberapa waktu lalu, kini sebuah bencana alam tanah longsor yang terjadi pada hari Sabtu,
tanggal 17 Januari 2026 tepat pada pukul 22.05 WIB.
Berdasarkan laporan yang diterima badan pengendalian bencana daerah (BPBD ) kabupaten Situbondo menyebutkan bahwa pada hari Minggu
tanggal 18 Januari 2026 pada pukul 07.30 WIB telah terjadi bencana alam tanah longsor yang menimpa dua rumah warga lanjut usia (lansia).
Adapun kronologi kejadian bencana alam tanah longsor itu adalah bermula ketika pada pukul 22.05 WIB tebing longsor yang menimpa 2 rumah warga setempat milik Surinten, umur 69 th (1 kk 1 jiwa) dan rumah milik Pak Jariyono umur 51 th (1 kk 2 jiwa) sehingga mengalami kerusakan pada bagian rumahnya.
Menurut salah satu anggota tim pusat pengendalian dan operasional (Pusdalops) BPBD kabupaten Situbondo saat kejadian pemilik rumah ada di dalam rumah karena hujan lebat terkejut mendengar suara gemuruh langsung ke luar rumah menyelamatkan diri dan setelah dilihat keluar rumahnya depannya tergeser dan dapur rumah milik Jariyono juga rusak akibat terkena dorongan bambu yg terkena longsoran
Selanjutnya warga bergotong royong membersihkan dan memotong rumpun bambu yg mengenai rumah tersebut
”Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ujarnya, Minggu, (18/1/2026).
Anggota Tim Pusdalops BPBD kabupaten Situbondo tersebut juga menambahkan bahwa,
”Kerugian kerusakan dua unit rumah akibat tanah longsor ditaksir mencapai Rp 10 jutaan” pungkasnya.






















