Talut Pantai Desa Kombutokan Amburadul Proyek Pemda Bangkep Rp3.3 Miliar BPBD Dipertanyakan Warga

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto istimewa : Beginilah lah kondisi Talut yang dibangun bangun dengan anggaran 3.3 miliar dan sangat membahayakan anak anak saat mandi laut

foto istimewa : Beginilah lah kondisi Talut yang dibangun bangun dengan anggaran 3.3 miliar dan sangat membahayakan anak anak saat mandi laut

Suarautara.com, Banggai Kepulauan – Lagi-lagi kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Banggai Kepulauan menuai sorotan publik.

Kali ini, perhatian masyarakat tertuju pada proyek pembangunan talut atau tanggul pantai di Desa Kombutokan yang baru selesai dikerjakan, namun sudah mengalami kerusakan parah meski belum genap satu tahun.

Talut pantai yang dibangun dengan tujuan menahan abrasi tersebut kini dilaporkan porak-poranda akibat hantaman ombak.

Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat terkait kualitas perencanaan teknis, mutu material yang digunakan, serta fungsi pengawasan dari dinas terkait.

Sorotan warga tidak hanya tertuju pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) namun juga mengarah pada peran Inspektorat Kabupaten Banggai Kepulauan yang dinilai perlu melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut.

Saat awak media melakukan klarifikasi pada Minggu, 4 Januari 2026, seorang warga Desa Kombutokan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan melalui sambungan telepon bahwa proyek talut tersebut mulai dikerjakan pada 8 Agustus 2025.

Namun, hasil pembangunan dinilai jauh dari harapan dan tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang dikucurkan.

Baru sebentar selesai, tapi sudah rusak parah. Ini sangat mengecewakan,” ungkap warga tersebut.

Mereka menduga kuat adanya ketidaksesuaian pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Bahkan, muncul dugaan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam kegiatan rekonstruksi bangunan pasang surut pantai di Desa Kombutokan.
Adapun data proyek yang kini dipersoalkan masyarakat, yakni.  :

Pekerjaan: Rekonstruksi Bangunan Pasang Surut (Tanggul Pantai) Desa Kombutokan
Nomor Kontrak. : 360/38/KONT/RR-HIBAH/APBD
Tanggal Kontrak. : 8 Agustus 2025
Nilai Kontrak. : Rp3.326.078.195,95
Sumber Dana. : Hibah
Tahun Anggaran  : 2024 (Masa Pelaksanaan 2025) pelaksana  : CV Bhineka Bangun
Konsultan Pengawas : CV Babasal Teknik.

Masyarakat Desa Kombutokan berharap aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan penyelidikan dan penyidikan secara menyeluruh terhadap proyek tersebut.

Warga juga meminta agar pihak-pihak yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi segera ditetapkan sebagai tersangka dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum memperoleh klarifikasi resmi dari pihak kontraktor, konsultan pengawas, maupun BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan.

Ketiadaan penjelasan ini semakin memperkuat desakan warga agar pihak terkait segera memberikan keterangan terbuka kepada publik, mengingat anggaran yang digunakan tergolong besar namun hasil pembangunan dinilai sangat mengecewakan.

Masyarakat mendesak dilakukan audit dan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek talut pantai Desa Kombutokan, karena selain dinilai amburadul, juga diduga hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu.( AM’oks69)

Berita Terkait

Operasi Patuh Tinombala 2026, Satlantas Touna dan Dishub Pasang Cermin Tikung
Dinas PUPR Banggai Kelurakan SP 1 Lurah Bungin Timur Awasi Pembangunan di Jalan Imam Bonjol
Bukan Sekadar Seremonial Lurah Soho Wismoyo Jadikan Hari Kamis Momentum Bersih Bersih Bersama
Perketat Pengamanan Waspel Gabungan TNI – Polri Gagalkan Pengiriman Miras Cap Tikus Lintas Provinsi
Wujudkan Persatuan, Kasdim 0823 Situbondo Hadiri Upacara Sumpah Pemuda Bersama Seluruh Elemen Masyarakat
Pembangunan Drainase Ruas Lamongan R.239 kec Arjasa Diduga Kuat Sarat Pengurangan Volume dan Minim Pengawasan
Pembangunan Drainase Ruas Kertosari – Pasar Hewan Diduga Kuat Sarat Pengurangan Volume dan Minim Pengawasan
Batas Wilayah Soho Jadi Perhatian Pemuda ASOKA Thamin Nasir Minta Pemda Telusuri Jejak Sejarah Kampung Asam

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 02:10 WITA

Operasi Patuh Tinombala 2026, Satlantas Touna dan Dishub Pasang Cermin Tikung

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:26 WITA

Dinas PUPR Banggai Kelurakan SP 1 Lurah Bungin Timur Awasi Pembangunan di Jalan Imam Bonjol

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:40 WITA

Bukan Sekadar Seremonial Lurah Soho Wismoyo Jadikan Hari Kamis Momentum Bersih Bersih Bersama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:30 WITA

Perketat Pengamanan Waspel Gabungan TNI – Polri Gagalkan Pengiriman Miras Cap Tikus Lintas Provinsi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:22 WITA

Wujudkan Persatuan, Kasdim 0823 Situbondo Hadiri Upacara Sumpah Pemuda Bersama Seluruh Elemen Masyarakat

Berita Terbaru