Tragedi Minggu Pagi Berdarah, Pembunuhan Sadis, Polisi Selidiki Kematian Tiga Anggota Keluarga di Besuki Situbondo

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA.COM|SITUBONDO – “Peradaban yang dangkal!” tulis WS Rendra dalam salah satu puisinya. Penggalan kalimat dalam salah satu puisi penyair besar, WS Rendra itu mungkin klop atau cocok dengan situasi kehidupan dan peradaban manusia di akhir jaman ini.

Karena kehidupan beradab pada saat ini tampaknya sudah tidak beradab lagi, bahkan biadab seperti kehidupan hewan.

Karena di dalam kehidupan hewan tidak berlaku akal, maka ketika ada konflik yang terjadi adalah bentrok fisik, adu otot, yang kuat yang menang. Yang kalah sakit atau mati. Itulah dunia hewani, yang selalu menyajikan kekerasan fisik yang berujung pada tindakan pembunuhan seperti yang terjadi pada hari Minggu pagi, tanggal 28 Desember 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Minggu pagi, tanggal 28 Desember 2025 adalah akhir atau penutup tahun yang bersimbah darah di dusun sebuah dusun pesisir di desa Demung, kecamatan Besuki, Situbondo, Jawa Timur. Di dusun tersebut telah terjadi pembunuhan yang menelan tiga korban jiwa, satu keluarga, yakni suami, istri dan anak.

Kini Polres Situbondo Polda Jatim tengah menyelidiki kasus dugaan tindak pidana pembunuhan yang menewaskan tiga orang dalam satu keluarga di Dusun Watuketu, Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Minggu (28/12/2025).

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekira pukul 07.00 WIB dan dilaporkan ke pihak kepolisian sekira pukul 08.30 WIB.

Petugas gabungan dari Polres Situbondo dan Polsek Besuki langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan, S.H., M.H., mengatakan, dari hasil pemeriksaan awal di TKP, ditemukan tiga korban meninggal dunia di dalam rumah dengan lokasi yang berbeda.

“Benar, petugas menemukan tiga orang dalam kondisi meninggal dunia. Ketiganya merupakan satu keluarga,” ujar AKP Agung.

Ketiga korban masing-masing berinisial MH (58), laki-laki, selaku ayah, SS (38), perempuan selaku istri, dan UR (18) perempuan selaku anak. Dua korban perempuan ditemukan di dalam kamar, sementara satu korban laki-laki ditemukan di area kamar mandi dapur.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, para korban diduga mengalami luka di bagian leher. Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sebilah pisau yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Namun demikian, polisi menegaskan bahwa seluruh temuan masih dalam proses penyelidikan.

“Untuk penyebab pasti kematian dan jenis luka, kami masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Abdoer Rahem Situbondo,” jelasnya.

AKP Agung menambahkan, dari hasil olah TKP sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kehilangan barang milik korban. Rekaman kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area rumah saat ini juga sedang diperiksa, meski diduga tidak aktif atau mati saat kejadian.

Saat ini, Satreskrim Polres Situbondo masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut.

Sejumlah saksi sedang dimintai keterangan, dan garis polisi telah dipasang di sekitar lokasi kejadian.

“Kami mohon kepada masyarakat. Proses penyelidikan masih berjalan, dan kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut sesuai hasil penyidikan. Apabila ada informasi apapun terkait peristiwa ini silahkan disampaikan, bisa langsung ke Polres atau Polsek atau hubungi Call Center 110” pungkas AKP Agung.

Berita Terkait

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan
Polisi Ungkap Motifnya, Terduga Pelaku Pembunuhan di Banyuglugur Situbondo Diamankan
Diduga Cabuli Anak, Oknum ASN Puskesmas Tombiano Resmi Dilaporkan ke Polres Touna
Diduga Nikah Lagi Tanpa Izin, Istri Sah Laporkan Suami ke Polres Touna
Polda Sumsel Ungkap 123 Kasus 3C dalam Sebulan, 137 Tersangka Diamankan untuk Jaga Keamanan Bumi Sriwijaya
IPTU I Wayan Sukarman Ajak Forkopimcam dan Kades Bersatu Wujudkan Kamtibmas Aman di Lamala
Dugaan Penyimpangan Dana Hibah Bawaslu OKU Timur Senilai Rp15,1 Miliar Resmi Dilaporkan ke Kejaksaan oleh Ketua DPW GACD Sumsel, Junirianto
Audiensi Warga Desa Uso Bersama Kejari Banggai Sepakati Pengawalan Penyelesaian Kasus Dugaan Korupsi BUMDes

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:24 WITA

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:11 WITA

Polisi Ungkap Motifnya, Terduga Pelaku Pembunuhan di Banyuglugur Situbondo Diamankan

Senin, 8 Juni 2026 - 16:37 WITA

Diduga Cabuli Anak, Oknum ASN Puskesmas Tombiano Resmi Dilaporkan ke Polres Touna

Minggu, 7 Juni 2026 - 19:29 WITA

Diduga Nikah Lagi Tanpa Izin, Istri Sah Laporkan Suami ke Polres Touna

Sabtu, 6 Juni 2026 - 07:01 WITA

Polda Sumsel Ungkap 123 Kasus 3C dalam Sebulan, 137 Tersangka Diamankan untuk Jaga Keamanan Bumi Sriwijaya

Berita Terbaru