Suarautara.com, Banggai – PT PELNI (Persero) Cabang Luwuk bersama sejumlah instansi maritim bergerak cepat dan sigap dalam menangani kondisi darurat meninggalnya salah satu penumpang KM Tilongkabila rute Gorontalo–Kendari, Sabtu (20/12/2025).
Pelayanan prima dan koordinasi solid ditunjukkan seluruh pemangku kepentingan di Pelabuhan Luwuk meski dalam suasana duka.
Penanganan almarhum dilakukan secara cepat, khidmat, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Cabang PT PELNI Luwuk, Rachmat Hidayat, mengatakan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan proses penanganan berjalan dengan baik serta tetap mengedepankan aspek kemanusiaan.
Walaupun dalam kondisi berduka, kami memastikan almarhum mendapatkan penghormatan terakhir yang layak sebelum diturunkan di Pelabuhan Luwuk untuk proses selanjutnya,” ujar Rachmat.
Dalam penanganan tersebut, PT PELNI Cabang Luwuk bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Kantor UPP Luwuk, TNI, Basarnas, serta Kepolisian setempat. Seluruh pihak bahu-membahu menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing secara profesional.
Tim medis kapal dan KKP memastikan seluruh prosedur kesehatan dijalankan dengan baik, pihak operasional PT PELNI mengatur proses penurunan jenazah agar tidak mengganggu kenyamanan penumpang lainnya, sementara KUPP Luwuk dan Kepolisian menjaga keamanan serta kondusivitas area pelabuhan.
Berkat koordinasi yang kompak tersebut, operasional kapal tetap berjalan lancar.
KM Tilongkabila dapat melanjutkan pelayaran menuju Kendari tepat waktu.
Berdasarkan data manifest, tercatat jumlah penumpang naik sebanyak 326 jiwa, turun 1.098 jiwa, dan penumpang lanjutan 344 jiwa.
Atas peristiwa tersebut, PT PELNI menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum.
Kami segenap keluarga besar PT PELNI turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah satu penumpang kami.
Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT,” ucap Rachmat Hidayat.
Ia juga menambahkan bahwa ke depan PT PELNI Cabang Luwuk akan bekerja sama dinas kesehatan serta membuka layanan pemeriksaan kesehatan bagi calon penumpang kapal laut sebelum keberangkatan.
Langkah ini sebagai upaya preventif untuk meminimalisir kejadian serupa.
Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha dan menjaga, selebihnya adalah kehendak Allah SWT karena semua pasti akan menuju ke sana,” tuturnya.
Kebersamaan antar lintas instansi ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik di Pelabuhan Luwuk senantiasa mengedepankan nilai kemanusiaan tanpa mengabaikan kelancaran operasional transportasi laut.( AM’oks69 )

























