Suarautara.com, Banggai – Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin ( FTMM ) Universitas Airlangga ( Unair ) menjalin kerja sama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat ( FKM ) Universitas Tompotika ( Untika ) Luwuk.
Yang ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama serta pelaksanaan Kuliah Tamu bertajuk “ Penguatan Transformasi SDM Kesehatan Nasional melalui Diseminasi Kesehatan Digital & Wisata Kesehatan.”
Kegiatan berlangsung pada Rabu, 19 November 2025, di ruang pertemuan Untika Luwuk, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara tersebut dihadiri Rektor Untika Luwuk Taufik Bidulla, S.E., M.Si., Prof. Dr. Dra. Maria Kanan, M.Kes., narasumber Dr. dr. Niko Ashari Hidayat, Sp.BTKV, Subsp.VE(K), FIATCVS dari Universitas Airlangga, serta moderator Dr. Nilawati Tongko, S.Kep., Ns., M.MKes., MKM yang juga merupakan dosen FKM Untika.
Dalam sambutannya, Rektor Untika Taufik Bidulla menyampaikan apresiasi kepada pihak Unair serta para peserta yang hadir, terutama mahasiswa FKM dan para dosen.
Lanjut Taufik menegaskan bahwa kuliah tamu dan kerja sama perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam memperkuat jejaring akademik dan peningkatan kualitas SDM di bidang kesehatan.
Sangat di harapkan melalui kegiatan ini, kita berharap dapat memperluas wawasan dan menumbuhkan semangat kebersamaan antar-kampus, serta memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai perkembangan sektor kesehatan,” ujarnya.
Narasumber Dr. dr. Niko Ashari Hidayat menyampaikan beberapa materi strategis, di antaranya :
a.) Transformasi SDM Kesehatan sebagai Pilar Reformasi Kesehatan Nasional
b.) Diseminasi Kesehatan Digital sebagai Penggerak Peningkatan Kompetensi Tenaga Kesehatan
c.) Wisata Kesehatan Nasional untuk Penguatan Daya Saing SDM dan Institusi Kesehatan
d.) Integrasi Digital Health & Health Tourism dalam Penguatan Ekosistem SDM Kesehatan
Ia menjelaskan bahwa transformasi digital kesehatan, seperti pemanfaatan rekam medis elektronik, telemedicine, dan kecerdasan buatan, menjadi prioritas nasional untuk meningkatkan mutu layanan dan efisiensi sistem kesehatan,” jelasnya.
Selain itu, potensi wisata kesehatan di Indonesia dinilai sebagai peluang besar bagi daerah dan institusi pendidikan untuk turut serta membangun daya saing layanan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, peserta yang terdiri dari mahasiswa kesehatan, dosen, tenaga kesehatan muda, serta pemangku kepentingan daerah.
Dan sangat diharapkan memperoleh peningkatan pengetahuan mengenai arah transformasi kesehatan nasional dan potensi wisata kesehatan.diantaranya :
1.) Meningkatnya pemahaman terkait kebijakan Transformasi Kesehatan Nasional.
2.) Meningkatnya literasi kesehatan digital di kalangan mahasiswa dan tenaga kesehatan.
3.) Pengetahuan peserta mengenai peluang dan tantangan wisata kesehatan sebagai inovasi daerah.
4.) Terbentuknya jejaring akademik dan profesional antara kampus, tenaga kesehatan, dan stakeholder daerah.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara narasumber dan peserta, serta penyerahan dokumen kerja sama antara Untika Luwuk dan Unair.( AM’oks69 )





















