Suarautara.com, Banggai – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Banggai turut ambil bagian dalam ajang Lomba Bertutur dan Pidato Bahasa Inggris yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai.
Kegiatan tahunan ini diselenggarakan pada Rabu hingga Kamis (24–25/9/2025) di Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Banggai.
Acara resmi dibuka oleh Asisten I Setda Banggai, Nurjalal Amir, SH, yang hadir bersama Camat Ridwan Polopa, Kepala Dinas Perpustakaan Benyamin Pongdatu, serta jajaran dewan juri. Tahun ini, lomba diikuti oleh sekitar 17 peserta dari berbagai sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala MIN 1 Banggai, Hasniar J, S.Pd.I, menegaskan bahwa partisipasi siswanya dalam lomba ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam meningkatkan keterampilan dan keberanian siswa untuk tampil di depan umum.
Sebagai guru, kita wajib mengarahkan siswa mengikuti kegiatan di luar sekolah.
Ini menjadi bekal penting agar mereka berani tampil, percaya diri, serta memiliki pengalaman berharga untuk masa depan,” ungkap Hasniar.
Dalam lomba tersebut, MIN 1 Banggai menurunkan dua peserta, yakni Khaira Nandisya Singke, anak ke tiga siswi kelas tiga yang membawakan cerita bertema Tumpe.
Serta Najwa Safiiqa Artamaevia, anak tunggal siswi berbakat dengan hobi olahraga, bercita-cita menjadi dokter, sekaligus penghafal Al-Qur’an, yang membawakan sinopsis berjudul Malabot Tumpe.
Kedua peserta dibimbing oleh guru pendamping Anita Mandasari. Persiapan dilakukan secara intensif selama sembilan hari sebelum pelaksanaan lomba.
Dukungan penuh juga datang dari orang tua siswa yang turut mendorong semangat putrinya untuk tampil maksimal serta bisa menguasai naskah cerita yang di bawakan mereka ini sebagai sejarah burung maleo.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai berharap melalui lomba ini, anak-anak dapat mengasah keterampilan berbahasa, meningkatkan minat baca, serta berani mengembangkan bakat dalam bidang literasi.
Program ini sejalan dengan visi menuju Banggai Cerdas melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia dini.
( AM’oks69 )
























