JAKARTA – Nama eks Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan disebut-sebut saat pembukaan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Acara tersebut digelar di Gedung Graha Saba Buana, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (19/7/2025).
Pada awalnya, Jeffrie Geovanie selaku Ketua Dewan Pendiri PSI memberikan sambutan sambil menyapa satu per satu tokoh yang hadir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Alasan nama Anies disebut-sebut dalam Kongres PSI
Saat memberikan sapaan, Jeffrie mengatakan, saat ia mendirikan PSI sepuluh tahun yang lalu, Raja Juli baru saja pulang dari Australia setelah mendapatkan gelar PhD.
Raja Juli juga baru saja diangkat menjadi Direktur Eksekutif The Indonesia Institute Center for Public Policy Research. Jabatan ini baru diembannya sekitar 2-3 bulan.
“Tempat ini sepuluh tahun sebelumnya tahun 2004, direktur research-nya adalah Anies Baswedan,” ujar Jeffrie dikutip dari siaran langsung kanal YouTube PSI, Sabtu (19/7/2025).
Meski begitu, Jeffrie menilai bahwa sosok Raja Juli lebih keren karena sudah menjabat sebagai Direktur Eksekutif, sementara Anies hanya direktur research.
PSI dan Anies kerap berseberangan
Untuk diketahui, PSI dan Anies merupakan pihak yang saling bertolak belakang, terutama pada 2017-2022 saat Anies masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Partai tersebut kerap melayangkan kritik keras kepada Anies, salah satunya terkait penanganan banjir Jakarta.
Dikutip dari Kompas.id, Rabu (26/2/2020), anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI Justin Adrian pernah menyoroti langkah Anies yang dinilai lebih memperhatikan urusan Formula E dan revitalisasi Monas, ketimbang banjir.
Pada saat itu, PSI mengkritisi usulan anggaran yang bernilai fantastis, termasuk pengadaan lem Aibon dalam penyediaan alat tulis kantor senilai Rp 82 miliar.
Anies juga pernah dikritik terkait penyelenggaraan Formula E di Monas yang dinilai terlalu memaksakan diri dan berpotensi menabrak beberapa peraturan gubernur yang sudah pernah dibuat.
Puncaknya terjadi saat PSI menyatakan tidak akan mendukung eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut dalam Pilpres 2024.
Grace Natalie yang saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina PSI menilai, Anies tidak sesuai dengan kompas PSI.
Ia juga menyinggung sosok Anies yang tidak pernah berbicara sedikit pun mengenai program Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Kompas.com)






















