Dua Kali Kalah, Dua Kali Menggugat : Sulianti Murad Melukai Rakyat Banggai ” Hancurnya Demokrasi “

Minggu, 13 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Moh Naoval Mahasiswa yang kuliah di Universitas Di Jakarta

Foto Moh Naoval Mahasiswa yang kuliah di Universitas Di Jakarta

BANGGAI, SUARAUTARA.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Banggai Tahun 2024 kembali menjadi sorotan setelah Sulianti Murad, calon bupati yang kalah dua kali dalam proses demokrasi, kembali mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan tersebut memicu kritik tajam dari berbagai kalangan, termasuk dari Moh. Noval Abd Rauf Dg Parani, mahasiswa asal Banggai yang tengah menempuh studi di Jakarta.

Noval menilai tindakan tersebut merupakan bentuk ambisi kekuasaan yang melemahkan kedaulatan rakyat Banggai.

Paslon nomor urut 3, Sulianti Murad, bersama pasangannya Samsul Bahri Mang, Kembali menggugat hasil PSU Pilkada Banggai 2025 ke MK, setelah kalah dalam pemungutan suara ulang (PSU) dengan selisih 897 suara dari pesaingnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gugatan yang diajukan Sulianti Murad dan pasangannya, yang sebelumnya juga menggugat hasil Pilkada 2024. Sehingga mendapat Kritik keras dari masyarakat dan tokoh muda seperti Moh.Noval Abd Rauf.

Gugatan terbaru diajukan paslon nomor urut 3 itu pada 11 April 2025, dua hari setelah KPU Banggai menetapkan hasil PSU pada 9 April 2025.

Peristiwa ini terjadi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dengan gugatan diajukan ke Mahkamah Konstitusi di Jakarta.

Gugatan diajukan karena Sulianti tidak menerima hasil pemungutan suara ulang yang kembali menempatkannya sebagai pihak yang kalah.

Ia beralasan terjadi pelanggaran, meskipun tidak disertai bukti pelanggaran yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif.

Setelah hasil Pilkada 2024 digugat dan MK memerintahkan PSU di dua kecamatan, PSU dilaksanakan pada 5 April 2025. Hasilnya kembali memenangkan pasangan nomor urut 1. Tidak menerima kekalahan, Sulianti kembali mengajukan gugatan, yang dinilai sebagai tindakan tidak sportif dan merusak etika demokrasi.

Menurut Aktivis muda ini mengatakan tindakan tersebut dianggap sebagai abuse of rights, atau penyalahgunaan hak hukum, yang tidak hanya membebani proses demokrasi tetapi juga menciptakan ketidakstabilan politik dan sosial di Banggai.Dana, tenaga, dan waktu masyarakat kembali terkuras, sementara pembangunan daerah terhambat.

Noval menyatakan bahwa demokrasi adalah tentang menghormati kehendak rakyat, bukan memaksakan ambisi pribadi. Ia berharap tindakan Sulianti Murad menjadi perhatian publik agar tidak menjadi preseden buruk dalam sistem demokrasi lokal.

( Sumber : Moh Noval/Editor : AmrillahMokoagow)

Berita Terkait

TNI Perkuat Sinergi Warga dan Tenaga Kesehatan dalam Upaya Cegah Stunting
Resmikan Tiga Ruangan Baru di Kejari Touna, Kajati Sulteng Dorong Percepatan Digitalisasi
Klarifikasi Akun Fery Tap Terkait Laporan Camat Ampana Tete: Ada Kesalahpahaman Pesan
Regu Fahmil Qur’an Buol Lolos ke Final MTQ Sulteng 2026 Usai Tekuk Morut dan Toli-Toli
Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan
Diduga Cemarkan Nama Baik di Medsos, Akun Facebook Fery Tap Dilaporkan Camat Ampana Tete
53 Siswa MIN 1 Banggai Lulus 100 Persen Kemenag Suardi Khanjai Pesan Jaga Akhlak dan Adab
Dikbud Touna Salurkan Dana Afirmasi 2026, 38 TK, PAUD, dan PKBM Terima Rp38 Juta Per Sekolah

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:45 WITA

TNI Perkuat Sinergi Warga dan Tenaga Kesehatan dalam Upaya Cegah Stunting

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:12 WITA

Resmikan Tiga Ruangan Baru di Kejari Touna, Kajati Sulteng Dorong Percepatan Digitalisasi

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:57 WITA

Klarifikasi Akun Fery Tap Terkait Laporan Camat Ampana Tete: Ada Kesalahpahaman Pesan

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:25 WITA

Regu Fahmil Qur’an Buol Lolos ke Final MTQ Sulteng 2026 Usai Tekuk Morut dan Toli-Toli

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:24 WITA

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Perairan Desa Buon Mandiri Polisi Lakukan Penyelidikan

Berita Terbaru