Muara Enim, suarautara.com – Sungguh Ironis melihat langsung kondisi SDN 20 Gunung Megang, sangat memprihatinkan, apa lagi saat musim penghujan datang, kondisi bangunan tersebut seperti diabaikan dan bisa mengancam keamanan dalam proses belajar mengajar berlangsung.
Berdasarkan pantauan suarautara.com, Rabu (22/2/2023), bersama DPC L.A.I Basus D88, saat mengunjungi SDN 20 Gunung Megang, melihat kondisi itu seharusnya pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Muara Enim memberi perhatian sekolah dengan kondisi bangunan seperti itu, guna apa ada Kowil dan Pengawas setiap kecamatannya, kemudian hal ini bisa terjadi,” ungkap Ketua DPC LAI Basus D88, Taufik Hermanto, Jum’at (24/2/2023), kepada suarautara.com.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyaknya piagam penghargaan Adiwiyata yang raih dibeberapa SD Negeri, namun berbalik fakta dibeberapa SDN lainnya, apa lagi melihat kondisi SDN 20 Gunung Megang, yang dimana bila hujan datang, halaman sekolah pasti terendam air, bahkan ada keterangan dari masyarakat sekitar air menggenangi seluruh halaman sekolah itu, sampai diatas mata kaki, saat terjadi hujan beberapa waktu lalu,” tambah Taufik.
Dia menambahkan, jika pihak Dikbud dinilai kurang memperhatikan setiap sekolah yang ada di wilayah Muara Enim, “ harusnya melalui kepala Bidang yang membidangi Sekolah dasar, pihak dinas pendidikan mampu memperbaiki kondisi sekolah, agar tingkat kenyamanan, keamanan dan kesehatan siswa serta pendidik terjamin,” tegasnya.

Selain itu, kondisi atap salah satu bangunan di sekolah itu perlu diperbaiki, kondisi halaman sekolah, agar saat musim penghujan tiba, air tidak akan menggenangi halaman tersebut, serta kondisi lantai keramik sekolah yang sudah banyak pecah dikahwatirkan dapat melukai kaki siswa jika tidak memakai sepatu atau saat terjatuh,” pungkasnya.
(Rusilin)






















