SUARAUTARA BOLMONG – Kepala Dispora Bolmong Aldy Pudul membantah soal tudingan adanya intervensi pengadaan makan minum yang menyeret nama ibu Bupati pada kegiatan Porprov Sulut di Bolmong.
Sebelumnya, Dispora Bolmong diberitakan telah diintervensi oleh ibu bupati untuk pengadaan makan minum yang menggunakan pihak ke tiga.
Saat dikonfirmasi Kadispora Bolmong Aldy Pudul mengklarifikasi soal isu miring yang beredar itu.
” Itu tidak benar, semua sudah sesuai mekanisme,” tandas Aldy saat di konfirmasi Saptu 3 Desember 2022.
Ia mengaku sempat kaget ketika dikonfirmasi oleh salah satu media online terkait masalah ini, tetapi menurutnya itu hanyalah isu murahan.
” Itu hanya isu murahan, tudingan adanya intervensi soal makan minum oleh ibu bupati tidak benar, jadi tak ada intervensi terkait Pengadaan Makan Minum Porprov,” terangnya.
Aldy mengatakan soal pemberitaan itu, tidaklah sesuai dengan fakta yang sebenarnya sehingga tidak perlu ditanggapi.
Ia menjelaskan, yang terjadi sebenarnya adalah Ibu Bupati hanya ingin mengatur dan memastikan makan minum tersedia dengan baik atau tidak.
Mengingat banyaknya undangan pejabat baik ditingkat provinsi dan daerah yang hadir di acara itu.
” Kegiatan itu kan mengundang tamu banyak, terutama tamu dari provinsi pak gub dan wagub ditambah lagi dengan forkopinda kemudian para bupati dan walikota sehingga perlu persiapan maksimal agar dapat terlayani dengan baik, jadi wajarlah kalau ibu bupati harus mengatur semua itu, apalagi ibu juga kan sebagai ketua PKK,” Tambahnya.
Dalam pemberitaan itu disebutkan pengadaan Makan Minum diduga diintervensi oleh istri Penjabat Bupati Bolmong terhadap Dispora agar mengambil Pengadaan Makan Minum ke pihak ketiga yang telah dirinya tunjuk.
Bahkan, mengancam akan melaporkan ke polda sulut terkait dugaan intervensi tersebut dengan UU tipikor Pasal 12 huruf (i) UU 20/2001.
Menurut Aldy masyarakat sudah jeli dan pintar menilai, bisa memilah milah bahwa tidak semua berita itu bisa dipercaya.
Bahkan ditambahkannya isu tersebut bisa jadi sengaja dibuat oleh orang-orang yang iri terhadap suksesnya kegiatan Porprov di Bolmong.
(Samsu)













