SUARAUTARA.BMR – Tanda awas bagi warga masyarakat Desa Bakan kecamatan Lolayan kabupaten Bolaang Mongondow. Pasalnya, Diduga imbas dari aktivitas PT JRBM. Lahan perkebunan warga Bakan di terjang banjir bandang, Banjir di sertai lumpur tersebut meluap hingga ke jalan raya.
Informasi di dapat media ini beberapa warga bakan merasa di rugikan akibat lahan perkebunannya di terjang banjir bandang. Tanaman tahunan berupa coklat, Pohon kelapa dan tanaman lainnya berpotensi rusak dan gagal panen.
Sangadi Bakan Hasanudin Mokodompit ketika di konfirmasi membenarkan adanya keluhan warganya akibat banjir bandang yang menerjang lahan perkebunan mereka.
“Iya ada beberapa warga saya yang mengeluhkan bahwa lahan perkebunan mereka berpotensi rusak dan gagal panen akibat terjangan lumpur. Langkah pertama yang pemdes lakukan adalah langsung menyurat kepada Manajemen PT JRBM untuk di lakukan pertemuan sekaligus mediasi dengan pemilik lahan dan pemerintah desa.

Saya belum dapat memastikan apakah penyebab banjir bandang berasal dari Aktifitas PT JRBM atau murni bencana alam. Apalagi akhir akhir ini wilayah BMR dan sekitarnya di guyur hujan deras. Wilayah yang bukan daerah tambang saja mengalami banjir apalagi wilayah desa bakan yang notabene wilayah pertambangan.
Pemdes Bakan sudah menyurat kepada manajemen PT JRBM untuk mediasi besok, Intinya kita tunggu saja hasil mediasi antara pihak PT JRBM, Pemdes Bakan dan pemilik lahan, Selalu sangadi saya mau tidak ada yang di rugikan, ” Ujar Papa Etha sapaan akrabnya, “Rabu 12/10/2022.
Diketahui, Pada pada Selasa 11/10/2022 malam intens hujan yang mengguyur wilayah Bakan dan sekitarnya cukup tinggi dan mengakibatkan banjir bandang. Selain menerjang lahan perkebunan warga, Banjir di sertai lumpur tersebut sempat membuat akses ruas jalan penghubung Kotamobagu-Bolsel terputus.
Namun kondisi ini berangsur pulih, Atas kerja sama yang baik antara Pemdes Bakan dan Pihak JRBM jalan tersebut saat ini sudah dapat di lalui.
Upaya konfirmasi ke pihak JRBM hingga berita ini tayang belum terhubung namun upaya konfrmasi terus di lakukan.*(Asko)













