39 M Untuk Pembangunan Jembatan Gagal, Konsultan & PPK Dinilai Paling Bertanggung Jawab

Minggu, 15 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA.COM, Muara Enim -sumsel Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak konsultan pembangunan jembatan Desa Pulau Panggung – Batu Surau dinilai paling bertanggung-jawab atas gagalnya pembangunan jembatan yang menelan dana sebesar Rp 39 M memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat sekitar.

Ketua DPD LSM Peduli Lingkungan, Pembangunan Dan Transportasi (PELIPTA) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Drs Komrin Djabar SH saat dimintai komentarnya mengatakan, Dana sebesar 39 M yang dialokasikan untuk pembangunan jembatan tersebut bukanlah dana yang sedikit dan juga sangat disayangkan jembatan yang dibangun dengan dana begitu besar malah tidak bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Pembangunan sebuah jembatan dengan bentang panjang 80 meter dan anggaran mencapai Rp 39 M tentunya tidak mungkin dilaksanakan tanpa persiapan yang matang, atau mungkin PPK dan konsultan tidak pernah datang ke lokasi sehingga rancang bangun yang dibuat bukannya memberikan manfaat tapi malah mengancam keselamatan masyarakat,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komrin Djabbar justru mempertanyakan atas dasar apa gambar rancang bangun jembatan tersebut dibuat, jika tujuannya memperlancar transportasi dan memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat tentunya pihak konsultan mempertimbangkan kelandaian jalan agar bisa digunakan, tapi hasilnya kendaraan angkutan diatas 4 ton diragukan bisa menaiki tanjakan ke arah Batu Surau.

“Gagalnya jembatan senilai Rp 39 M memberikan manfaat kepada masyarakat adalah sebuah bentuk kerugian bagi negara karena dana yang dialokasikan untuk memicu roda ekonomi  terbuang sia-sia hanya karena PPK dan konsultan lalai menjalankan tugasnya dan jembatan yang dibangun malah menjadi spot wisata dadakan,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan, Ketua Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) Madani Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ir Amrizal Aroni M Si. menurutnya sejak awal pembangunan jembatan tersebut patut diduga berpotensi bermasalah pada sisi konstruksi.

“Pada tahap pertama sudah memakai anggaran 12 Miliar lebih ditahun kedua dilanjutkan dengan anggaran dana Rp 27 Miliar lebih, seyogyanya dengan dana sebesar itu tanjakan kiri kanan jembatan sdh diperhitungkan kemiringan atau sudut elivasinya dengan matang sebelum pembangunan dilanjutkan.

Amrizal Aroni menyesalkan setelah jembatan selesai dibangun justru menimbulkan permasalahan baru yang serius, yaitu rawannya kecelakaan akibat tanjakan terlalu terjal, semua ini tentunya tanggung jawab PPK, konsultan dan pelaksana lapangan dan  patut diduga berpotensi ada unsur pemberian Fee dan/atau gratifikasi.

“Dari fakta-fakta dilapangkan pada pembangunan tahap I dan tahap II, disinyalir adanya keterkaitan antara pelaksana tahap I yang dinyatakan blacklist dan dilanjutkan pelaksana tahap II yang juga kemudian di-blacklist menimbulkan kecurigaan kedua pelaksana memanipulasi hasil pekerjaan, untuk itu Aparat Penegak Hukum (APH) harus melakukan pemeriksaan apakah anggaran sebesar itu sudah sesuai atau tidak,” sesalnya.

Sebagaimana diketahui, belum 1 minggu setelah dibuka untuk umum, kondisi jalan Jembatan Pulau Panggung – Batu Surau yang begitu terjal telah memakan korban dari pengguna jalan, yakni sejumlah mobil pribadi yang kembali mundur tertarik gravitasi dan kenapa angkutan jenis pik up yang nyaris terjungkal ke jurang akibat tidak mampu melewati tanjakan tebing arah Desa Batu Surau.(Zulhadiaripin)

Berita Terkait

Pastikan Pendidikan Anak Berkualitas Bunda PAUD Banggai Syamsuarni Amirudin Monitoring Sekolah di Batui
Kapolresta Banggai Hadiri Paripurna KUPA PPAS Perubahan 2026 Dukung Program Pembangunan Daerah
Ayoo..Ramaikan Gebyar Seni Generasi Muda Banggai Siap Digelar Total Hadiah Rp25 Juta
Dandy Bersama Komisi III DPR Provinsi Sulteng Siap Kawal Perbaikan dan Penambahan Armada Feri Luwuk Perkuat Konektivitas Bangkep – Balut
Ketua Komisi III DPRD Sulteng Dandy Putra Asli Babasal Prihatin Kondisi Pelabuhan Rakyat Luwuk Siap Kawal Pembangunan nya 
Pertamina EP DMF Hadir Atasi Krisis Air Saat Kemarau Bangun Sumur Bor untuk 56 KK di Desa Loru
Tim tiga Konsolidasi PJS touna siap gelar muscablub wujudkan organisasi profesional
Peringati Maulid Nabi di Nambo Sekda Banggai Ramli  Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:51 WITA

Kapolresta Banggai Hadiri Paripurna KUPA PPAS Perubahan 2026 Dukung Program Pembangunan Daerah

Kamis, 3 September 2026 - 15:24 WITA

Ayoo..Ramaikan Gebyar Seni Generasi Muda Banggai Siap Digelar Total Hadiah Rp25 Juta

Kamis, 3 September 2026 - 02:06 WITA

Dandy Bersama Komisi III DPR Provinsi Sulteng Siap Kawal Perbaikan dan Penambahan Armada Feri Luwuk Perkuat Konektivitas Bangkep – Balut

Kamis, 3 September 2026 - 00:21 WITA

Ketua Komisi III DPRD Sulteng Dandy Putra Asli Babasal Prihatin Kondisi Pelabuhan Rakyat Luwuk Siap Kawal Pembangunan nya 

Rabu, 2 September 2026 - 18:30 WITA

Pertamina EP DMF Hadir Atasi Krisis Air Saat Kemarau Bangun Sumur Bor untuk 56 KK di Desa Loru

Berita Terbaru

Kab Tojo Una Una

Muscablub dan Pelantikan Pengurus DPC PJS Tojo Una-Una Resmi Digelar

Jumat, 4 Sep 2026 - 09:12 WITA