SUARAUTARA.COM,MINAHASA – Aroma roti yang baru matang menguar dari salah satu ruang kegiatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tondano. Di ruangan itulah, sejumlah warga binaan tampak sibuk mengaduk adonan, menimbang bahan, hingga memantau proses pemanggangan. Hari itu, mereka tidak hanya menjalani rutinitas pembinaan, tetapi juga belajar keterampilan yang bisa menjadi jalan hidup baru.
Pelatihan kemandirian di bidang tata boga yang tengah digelar Lapas Tondano kini memasuki tahap praktik. Dengan menggandeng instruktur dari SMK St. Familia Tomohon, para warga binaan dilatih membuat berbagai jenis roti secara langsung.
Kepala Lapas Tondano, Akhmad Sobirin Soleh, hadir memantau kegiatan. Ia menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada perubahan perilaku, tetapi juga menyiapkan keterampilan hidup.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini bukan sekadar kegiatan, melainkan langkah konkret untuk membentuk pribadi yang mandiri dan produktif. Kami ingin mereka kembali ke masyarakat dengan bekal, bukan beban,” ujar Akhmad.
Program ini disambut antusias para peserta. Selain mendapatkan ilmu, mereka juga merasakan pengalaman baru yang membangkitkan semangat dan kepercayaan diri. Bagi sebagian warga binaan, pelatihan ini adalah kesempatan kedua untuk membangun masa depan.
Lapas Tondano menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus dikembangkan. Fokusnya adalah mendorong kemandirian ekonomi dan membentuk narapidana yang siap bersaing secara positif di tengah masyarakat usai menjalani masa hukuman.(ara)






















