BANGGAI, SUARAUTARA.COM – Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 01 Desa Beringin Jaya, Kecamatan Simpang Raya, Kabupaten Banggai, pada Sabtu, 5 April 2025, berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat. Warga terlihat datang sejak pagi dan menyebabkan antrean panjang hingga terjadi desakan di lokasi.
PSU digelar kembali di TPS 01 Desa Beringin Jaya karena adanya keputusan resmi dari MK, Suasana pencoblosan kali ini dipenuhi oleh antusiasme warga, namun kondisi membludaknya jumlah pemilih menimbulkan antrean panjang dan sedikit kekacauan.
Pelaksanaan PSU dikoordinasikan oleh Ketua KPPS Ida Arsyati Rivai bersama enam anggota KPPS lainnya. Pengamanan turut melibatkan Aiptu Muliardi dari Polsek Bunta Subsektor Simpang Raya dan Serka Fincen dari Koramil 1308-02 Bunta. Total 548 orang terdaftar dalam DPT, ditambah 3 orang dalam DPTb.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT


Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 5 April 2025, sejak pagi hingga siang hari
TPS 01 yang berlokasi di Desa Beringin Jaya, Kecamatan Bunta, Kabupaten Banggai.
PSU digelar sebagai bentuk koreksi terhadap pelaksanaan sebelumnya. Tingginya partisipasi warga menunjukkan semangat berdemokrasi, namun kurangnya pengaturan alur pemilih menyebabkan antrean sulit dikendalikan. Bahkan ditemukan praktik pengumpulan surat panggilan oleh salah satu warga, Muhammad Jahur, yang mengumpulkan hingga 10 surat dari warga lainnya.
Warga yang datang diwajibkan membawa surat panggilan beserta identitas resmi seperti KTP, SIM, atau paspor. Untuk mengatasi kerumunan, KPPS menerapkan sistem pendaftaran awal sebelum pencoblosan.

Meski begitu, keterbatasan petugas Linmas dalam mengatur antrean menyebabkan antrean tetap memanjang. Kasus pengumpulan surat panggilan juga menjadi sorotan pengawas TPS karena dapat mengganggu kelancaran dan integritas PSU.
Situasi ini menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara PSU agar berjalan lebih tertib dan transparan. Partisipasi tinggi masyarakat harus dibarengi dengan sistem pelayanan yang baik untuk menjaga kepercayaan publik terhadap demokrasi.
( Editor : Dewi Qomariah )
























