SuaraUtara.com, Buol – Wakil Bupati Buol, Moh. Nasir DJ. Daimaroto, S.H., M.H., resmi membuka Gekrafs Buol Creative Fest 2026, Kamis (1/10/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar kegiatan ekonomi kreatif tidak berhenti sebatas festival.
Pembukaan kegiatan dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Buol, pimpinan perangkat daerah, keluarga besar Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), pelaku UMKM, komunitas, serta generasi muda Kabupaten Buol.
Dalam sambutannya, Moh. Nasir berharap Creative Fest mampu menghasilkan dampak nyata bagi perkembangan ekonomi kreatif di daerah.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari ramainya acara, tetapi dari pertumbuhan pelaku usaha, penguatan produk lokal, dan munculnya peluang ekonomi baru.
“Jangan kita melihat kegiatan ini hanya sebagai sebuah festival yang ramai lalu selesai. Yang kita harapkan adalah setelah ini ada sesuatu yang tumbuh pelaku usaha semakin kuat, produk makin dikenal, dan anak muda makin berani berkarya,” tegas Moh. Nasir.
Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dan perangkat daerah dalam melakukan pemetaan terhadap kebutuhan pelaku ekonomi kreatif.
Lebih lanjut, Wabup menegaskan pendampingan perlu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan, bukan hanya melalui penyelenggaraan kegiatan baru.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi peningkatan kualitas kemasan produk, perluasan akses pemasaran dan digitalisasi, hingga fasilitasi akses permodalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tidak semua persoalan UMKM harus diselesaikan dengan membuat kegiatan baru. Yang lebih penting adalah bagaimana kita melakukan pendampingan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan masing-masing pelaku usaha,” ujarnya.
Kepada generasi muda, Moh. Nasir mengajak agar tidak ragu memulai usaha dari hal-hal sederhana. Menurutnya, peluang ekonomi dapat dibangun melalui berbagai sektor kreatif, mulai dari konten, desain, kuliner, kerajinan, hingga teknologi.
Ia juga mengajak perbankan, perguruan tinggi, media, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kabupaten Buol.
Di sisi lain, masyarakat juga didorong menjadi bagian dari penguatan ekonomi lokal dengan membeli dan menggunakan produk yang dihasilkan pelaku usaha daerah.
“Kalau kita ingin UMKM Buol maju, kita juga harus menjadi pasar bagi mereka. Beli produknya, gunakan produknya, dan promosikan produknya,” ajaknya.
Pembukaan Gekrafs Buol Creative Fest 2026 kemudian ditandai dengan pengucapan bismillah dan pantun ajakan untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan potensi daerah.***











