Skandal Distribusi BBM di Depot Pertamina Patra Niaga Luwuk Terbongkar, Ribuan Liter BBM Diduga Raib Setiap Hari

Rabu, 5 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANGGAI, SUARAUTARA.COM – Luwuk, 4 Februari 2025 – Investigasi mendalam yang dilakukan oleh Metroluwuk telah mengungkap dugaan praktik manipulasi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Depot Pertamina Patra Niaga Luwuk.

Ribuan liter BBM yang seharusnya masuk ke jalur distribusi resmi diduga hilang setiap harinya sebelum mencapai tujuan akhirnya, mengindikasikan adanya skema permainan kotor yang merugikan banyak pihak.

Data yang berhasil dihimpun menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara jumlah BBM yang dikeluarkan dari depot dengan yang diterima di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara administratif, pengiriman BBM tercatat sesuai dengan kuota. Namun, realitanya, volume BBM yang diterima tidak pernah utuh. Kekurangan ini terjadi secara sistematis dan terus berulang, tanpa ada kejelasan dari pihak depot.

Dua Modus Permainan :

1.) Manipulasi Volume BBM: BBM yang keluar dari depot tercatat sesuai kuota, namun jumlahnya sudah berkurang saat tiba di tujuan. Hal ini mengindikasikan praktik pemotongan volume di tingkat depot sebelum BBM masuk ke rantai distribusi resmi.

2.) Pengalihan BBM ke Jalur Ilegal: BBM yang seharusnya didistribusikan secara resmi diduga dialihkan ke pihak lain dengan harga lebih tinggi.

Foto dari Insagram pertamina

Skema ini memberikan keuntungan besar bagi depot di luar sistem resmi, sementara distribusi resmi mengalami penyusutan volume yang tidak dapat dijelaskan.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kepala Depot Pertamina Patra Niaga Luwuk, Hirohim, belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan praktik manipulasi ini.

Upaya konfirmasi yang dilakukan pada 4 Februari pukul 15.30 WITA melalui telepon dan pesan singkat tidak mendapatkan tanggapan.

Kasus ini mencuat sebagai bukan sekadar masalah teknis atau administrasi, melainkan indikasi skema yang lebih besar.

Jika praktik ini dibiarkan, dampaknya akan semakin meluas, merugikan masyarakat, dan mencederai kepercayaan publik terhadap sistem distribusi BBM.

Apakah Pertamina Patra Niaga Luwuk akan tetap bungkam, atau ada pihak yang berani bertanggung jawab atas dugaan manipulasi ini? Publik menantikan transparansi dan tindakan tegas atas skandal ini.

Rilis Metroluwuk.net
Editor: Dewi Qomariah

Berita Terkait

Forum Pimpinan Kecamatan Jangkar Matangkan Persiapan Pawai Budaya HUT RI ke 81
Pererat Silaturahmi dengan Ketua PWI Kajari Banggai Akbar Tegaskan Terbuka terhadap Kritik Disertai Bukti dan Laporan
Korban Gempa di NTT Terima Bantuan dari Polres Situbondo
Kejari Banggai Akbar dan Jajaran Unsur Forkopimda Laksanakan Pemusnahan Barang Rampasan dari 23 Perkara yang Telah Inkracht
Satresnarkoba Polres Touna Tangkap Pelaku Sabu di Ampana, Sita Barang Bukti 46,15 Gram Bruto
Warga Marowo Adukan Pembangunan Koperasi Merah Putih di Atas Lahan yang Diklaim Miliknya
Kapolda Sulteng Irjen Pol Nasri  Resmikan Polresta Banggai dan Polres Banggai Laut Pesan  Pastikan Negara Hadir di Tengah Masyarakat
Polisi Imbau Masyarakat Gunakan Motor Listrik Sesuai Aturan dan Utamakan Keselamatan

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:41 WITA

Forum Pimpinan Kecamatan Jangkar Matangkan Persiapan Pawai Budaya HUT RI ke 81

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:54 WITA

Pererat Silaturahmi dengan Ketua PWI Kajari Banggai Akbar Tegaskan Terbuka terhadap Kritik Disertai Bukti dan Laporan

Senin, 24 Agustus 2026 - 19:27 WITA

Korban Gempa di NTT Terima Bantuan dari Polres Situbondo

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:29 WITA

Kejari Banggai Akbar dan Jajaran Unsur Forkopimda Laksanakan Pemusnahan Barang Rampasan dari 23 Perkara yang Telah Inkracht

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:26 WITA

Satresnarkoba Polres Touna Tangkap Pelaku Sabu di Ampana, Sita Barang Bukti 46,15 Gram Bruto

Berita Terbaru

Nasional

Korban Gempa di NTT Terima Bantuan dari Polres Situbondo

Senin, 24 Agu 2026 - 19:27 WITA