BOLMONG, SUARAUTARA -Pemerintah Kabupaten Bolmong menaruh perhatian serius soal stunting di daerah.
Ini terlihat saat lakukan sosialisasi tentang percepatan penurunan stunting yang dilakukan Dinas Kesehatan Bolmong, yang dihadiri kepala OPD, Camat dan kepala desa/ kelurahan. Selasa, 11 April 2023.
Di acara itu Pj Bupati Bolmong Limi Mokodompit menfungkapkan agar sosialisasi ini bisa lebih menekan angka kasus stunting.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Disini sengaja kami undang camat dan kepala desa agar proses penanganan bisa maksimal hingga ke tingkat bawah,” ucapnya.
Limi berharap bisa menciptakan inovasi-inovasi dalam pelaksanaan penanganan kasus stunting.
“Stunting adalah kasus gagal tumbuh anak dengan kekurangan gizi namun untuk penekanan kasus ini tentunya pemerintah harus bisa berkolaborasi hingga ke tingkat bawah,” ucapnya.
Limi berharap kepala desa bisa lebih berperan penting untuk penanganan bersama tim dari pemkab.
“Kepala desa harus lebih tahu dan bila perlu anggaran juga di sediakan lewat dana desa,” ucapnya.
Sementara itu kepala Dinkes Julin Papuling menjabarkana bahwa di tahun 2021, Bolmong tercatat memiliki 117 kasus dan di tahun 2022 ada 104 kasus stunting
Namun dari 104 tersebut, dan masuk Februari tahun 2023, tinggal tersisa 57 kasus dan kami akan terus memacunya hingga nol kasus,” tambah Julin.






















