BANGGAI, SUARAUTARA.COM – Warga Luwuk kembali menyoroti buruknya pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Banggai, terutama soal distribusi air bersih yang kerap tidak lancar.
Mereka mendesak tiga Direktur PDAM, Bidang Pelayanan, Teknik, dan Keuangan. untuk menunjukkan kinerja maksimal atau dievaluasi karena dinilai tidak menjalankan tugas secara optimal meski menerima gaji besar.
Masalah ini mencuat setelah insiden penyegelan kantor PDAM yang dilakukan beberapa waktu lalu oleh sejumlah karyawan nya sendiri sebagai bentuk protes terhadap manajemen perusahaan. Kini, pelayanan di kantor PDAM mulai kembali berjalan normal, terlihat dari masyarakat yang mulai memadati kantor untuk melakukan pembayaran tagihan air, Rabu (14/05).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Utama PDAM Banggai, Bacharuddin Amir, menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat dengan mengambil alih sementara tugas tiga direktur bidang guna memastikan operasional dan pembayaran gaji pegawai tidak terhambat.
“Kami berkomitmen memastikan pelayanan tetap berjalan, termasuk urusan keuangan pegawai,” ujar Bacharuddin melalui sambungan seluler.

Meskipun demikian, Direktur Bidang Pelayanan, Romi Batutihe, tidak tampak saat wartawan menyambangi kantor PDAM. Salah satu pegawai menyebutkan Romi kemungkinan sedang berada di luar kantor.
Keluhan dari masyarakat terus bermunculan. Seorang warga mengungkapkan bahwa air PDAM di wilayahnya sering mati dua hari dan baru mengalir satu hari, sehingga menyulitkan aktivitas rumah tangga. Warga berharap Direktur Pelayanan mendengarkan keluhan ini dan segera mengambil langkah konkret.
Selain pelayanan, warga juga menyoroti kondisi teknis di lapangan. Pipa-pipa PDAM yang berserakan di drainase dinilai memperparah banjir karena menyumbat aliran air.
Direktur Teknik, Ferdy Saajad, didesak segera menata ulang jaringan pipa agar tidak menambah persoalan lingkungan.
Sementara itu, Direktur Keuangan, Muh Rifay Karim, diharapkan lebih aktif dalam menjamin ketertiban pembayaran gaji karyawan serta mendukung koordinasi bersama bendahara dan Dirut Utama.
Sebagai solusi, masyarakat mendesak PDAM Banggai untuk menggelar rapat internal yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama guna memperkuat koordinasi antar direktur bidang.
Warga percaya bahwa dengan sinergi yang baik, PDAM akan mampu memberikan pelayanan air bersih secara profesional.
“Kinerja ketiga direktur ini belum maksimal, alias jalan di tempat,” ujar salah satu warga usai membayar tagihan air sebelum meninggalkan kantor PDAM.
( TimRedaksi/AmrillahMokoagow )






















