BUOL, SUARAUTARA.COM – Ketua DPRD Kabupaten Buol Srikandi Batalipu akan mengadukan kasus dugaan penipuan seorang oknum inisial (AT) ke Polisi lantaran namanya dicatut untuk meminta sejumlah uang kepada pihak pemerintah desa di kabupaten Buol dengan iming-iming mendapatkan proyek air bersih dan perbaikan jembatan.
“Saya meminta kepada yang bersangkutan untuk melakukan klarifikasi secara lisan di media atau menghadap kesaya untuk klarifikasi terkait persoalan ini, jika tidak, maka saya akan melaporkan kejadian ini kepada pihak berwajib, sehingga pelakunya bisa di identifikasi dan diproses sesuai aturan yang berlaku,”jelas Srikandi.
Kepada sejumlah awak media dalam keterangan persnya, Senin (6/5/2024) diruang kerjanya, Srikandi mengaku baru mengetahui ada aksi pencatutan namanya untuk tujuan meminta sejumlah uang dengan iming-iming meloloskan proyek air bersih dan perbaikan jembatan dalam APBD Perubahan dari laporan langsung pemerintah desa Wakat dan Momunu untuk melaporkan hal ini kepada dirinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Atas peristiwa itu, Politisi partai Golkar ini meminta kepada masyarakat luas untuk tidak percaya dengan aksi penipuan yang mengatas namakan dirinya sehingga dapat merugikan korban dan merusak nama baiknya.
“saya sampaikan kepada masyarakat bila ada yang mengatas namakan nama saya dengan iming-iming tertentu dan meminta sesuatu agar tidak dilayani. Itu penipuan, apalagi hal ini terkait nama baik Lembaga DPRD itu sendiri,”terangnya.
Oknum AT yang diduga mencatut nama ketua DPRD Buol Srikandi Batalipu saat dikonfirmasi awak media tak menapik dan membenarkan hal itu.
Menurutnya, apa yang dia lakukan hanya semata ingin membantu memuluskan mendapatkan proyek air bersih dan pekerjaan jembatan di desa Wakat dan Momunu kepada ketua DPRD melalui kedekatan yang ada, namun hal ini ditanggapi lain oleh Kades dan menilai dirinya ingin menjatuhkan nama baik ketua DPRD Buol.
“ benar, saya hanya ingin membantu memuluskan agar proyek tersebut bisa dimasukan di perubahan, namun apa yang saya lakukan diniali oleh pak Kades ingin menjatuhkan reputasi ketua DPRD dan kades,” ungkapnya.
Disinggung soal dugaan meminta sejumlah uang ke pihak pemdes hal itu dibenarkan oleh bersangkutan, dengan alasan untuk ongkos melakukan surfey lokasi air bersih.
“ saya sudah klarifikasi ke kades, saat ini saya masih di Palu, jika sudah di Buol saya akang menghadap kepada ketua DPRD untuk meminta maaf dan mengklarifikasi kejadian tersebut,” tutup AT. [uchan]






















