Kemajuan yang Semu: Ketika Maju Tidak Selalu Berarti Lebih Baik

Jumat, 17 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Reza ,Satrio (Founder Rumahtotaupan) Foto :Ist

Muhammad Reza ,Satrio (Founder Rumahtotaupan) Foto :Ist

Penulis : Muhammad Reza f Satrio [Founder rumahtotaupan]

Dalam era modern ini, kita sering kali terjebak dalam ilusi kemajuan. Kita melihat kemajuan teknologi yang pesat, infrastruktur yang semakin baik, dan pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Namun, di balik semua itu, ada kemungkinan bahwa kemajuan yang kita lihat sebenarnya adalah kemajuan yang semu. Kemajuan yang terlihat maju tapi sebenarnya sedang mundur.

Kemajuan yang semu dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam bidang teknologi, kita melihat kemajuan yang pesat dalam pengembangan gadget dan aplikasi. Namun, apakah kemajuan teknologi ini benar-benar membuat kita lebih bahagia dan lebih produktif? Ataukah kemajuan teknologi ini hanya membuat kita semakin tergantung pada perangkat digital dan mengurangi interaksi sosial kita?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam bidang ekonomi, kita melihat pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Namun, apakah pertumbuhan ekonomi ini benar-benar membuat kita lebih sejahtera? Ataukah pertumbuhan ekonomi ini hanya membuat segelintir orang menjadi kaya dan meninggalkan mayoritas orang lain dalam kemiskinan?

Kemajuan yang semu juga dapat dilihat dalam bidang lingkungan. Kita melihat kemajuan dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan dan pengurangan emisi gas rumah kaca. Namun, apakah kemajuan ini benar-benar membuat lingkungan kita lebih baik? Ataukah kemajuan ini hanya membuat kita merasa lebih baik tanpa benar-benar mengatasi masalah lingkungan yang sebenarnya?

Jadi, apa yang menyebabkan kemajuan yang semu ini terjadi? Salah satu penyebabnya adalah karena kita sering kali terjebak dalam ilusi kemajuan. Kita melihat kemajuan di permukaan dan berasumsi bahwa semuanya baik-baik saja. Namun, kita tidak melihat apa yang terjadi di balik permukaan. Kita tidak melihat dampak negatif yang mungkin timbul dari kemajuan tersebut.

Maka di perlukan kajian yang serius dan riset yang mendalam terhadap pemenuhan kebutuhan manusia,baik secara primer ataupun sekunder. Melirik kemajuan tidak boleh dibuat atau dinikmati begitu saja, tapi betul betul dihasilkan dari proses dan pendalaman tentang sesuatu tersebut.

Untuk mengatasi kemajuan yang semu, kita perlu memiliki pandangan yang lebih luas dan lebih kritis. Kita perlu melihat tidak hanya pada permukaan, tetapi juga pada apa yang terjadi di balik permukaan. Kita perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kemajuan tersebut dan memastikan bahwa kemajuan tersebut benar-benar membuat kita lebih baik.

Misal dalam satu lingkungan 10 orang merupakan perokok masiv,ketika ada usaha untuk mengurangi dari 10 menjadi sisa 2 perokok itu merupakan kemajuan.

Dan masih banyak lagi contoh sederhana dan tidak muluk-muluk.

Kemudian melihat dari kemajuan suatu daerah misalnya di suatu daerah rawan banjir disebabkan oleh proyek drainase yang tidak bagus sehingga menyebabkan penyumbatan,lalu pemerintah dan masyarakat bekerjasama membantu menghilangkan hambatan itu dan pada akhirnya hujan ber jam-jam tidak akan lagi menyebabkan banjir di area tersebut. Maka itulah kemajuan yang di ciptakan oleh masyarakat.

Jadi tidak terjebak dalam hal hal yang ceremonial dan penuh pencitraan.

Dengan demikian, kita dapat menciptakan kemajuan yang sebenarnya, bukan kemajuan yang semu. Kemajuan yang sebenarnya adalah kemajuan yang tidak hanya membuat kita maju di permukaan, tetapi juga membuat kita lebih baik dalam segala aspek kehidupan.

Tabe utat tandanio🙏🏻✍🏻

Semoga bermanfaat. [red]

Berita Terkait

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Hadirkan : “TerimaKasihSahabat di Situbondo dan Bondowoso”
Bukan Sekadar Beri Bantuan, Dandim Situbondo Duduk Bersama dan Sapa Warga Gunung Putri
Dandim 1308/LB Letkol Inf Cepi Hadiri Pelantikan IDI Cabang Banggai Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pelayanan Kesehatan
Drumband TK Kartika IX – 48 Borong Juara Dalam Street Parade Cup Bupati 2026
Mencari Jarum di Padang Pasir Beratnya Hakim PN Luwuk Mengeksekusi Lahan Sengketa di Tengah Protes Kepentingan politik
Kapolsek Lamala Bersama Forkopimcam dan Warga Perbaiki Jalan Manassai Cegah Kerawanan Laka Lantas
Ketua KONI Amirudin Tunjuk Moh Ramli Tongko Pimpin Kontingen Banggai Menuju Porprov X 6/15 Desember 2026 di  Morowali
Krisis Air Bersih, Babinsa Jatibanteng Bantu Warga Kembangsari Penuhi Kebutuhan Sehari-hari

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 15:40 WITA

Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, Adira Finance Hadirkan : “TerimaKasihSahabat di Situbondo dan Bondowoso”

Sabtu, 5 September 2026 - 14:00 WITA

Bukan Sekadar Beri Bantuan, Dandim Situbondo Duduk Bersama dan Sapa Warga Gunung Putri

Sabtu, 5 September 2026 - 13:24 WITA

Dandim 1308/LB Letkol Inf Cepi Hadiri Pelantikan IDI Cabang Banggai Tegaskan Komitmen Kolaborasi Pelayanan Kesehatan

Sabtu, 5 September 2026 - 12:49 WITA

Drumband TK Kartika IX – 48 Borong Juara Dalam Street Parade Cup Bupati 2026

Sabtu, 5 September 2026 - 02:30 WITA

Mencari Jarum di Padang Pasir Beratnya Hakim PN Luwuk Mengeksekusi Lahan Sengketa di Tengah Protes Kepentingan politik

Berita Terbaru