SuaraUtara.com, Tojo Una-una – Pergantian pimpinan di tubuh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tojo Una-Una menjadi sorotan publik. Kehadiran Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) yang baru membawa harapan sekaligus tantangan besar dalam penanganan sejumlah perkara yang masih menjadi perhatian masyarakat.
Salah satu perkara yang kembali disorot adalah dugaan kasus di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tojo Una-Una. Hingga kini, penanganan perkara tersebut dinilai belum menunjukkan titik terang sehingga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat dan kalangan pegiat antikorupsi.
Praktisi hukum, Nasrun, S.H., menilai pergantian pimpinan Kejari dapat menjadi momentum untuk memberikan kepastian terhadap perkara-perkara yang belum terselesaikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kehadiran Kejari baru ini adalah momentum. Publik menunggu apakah kasus KPU yang ditinggalkan Kejari lama ini akan dituntaskan atau kembali mengendap,” ujar Nasrun, S.H., di Tojo Una-Una, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, masyarakat berharap Kejari baru Tojo Una-Una dapat bekerja secara profesional, transparan, serta mengedepankan prinsip hukum tanpa pandang bulu dan dapat menyelesaikan kasu- kasus yang ditingalkan kajari lama.
Penyelesaian perkara yang masih tertunda dinilai akan menjadi salah satu tolak ukur kinerja pimpinan baru sekaligus berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Kejaksaan di Kabupaten Tojo Una-Una.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kejaksaan Negeri Tojo Una-Una belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah yang akan diambil terhadap perkara yang disebut sebagai salah satu pekerjaan rumah dari kepemimpinan sebelumnya.

























