Ibu Dibentak Calon Istri, Pria di Palembang Pilih Batalkan Pernikahan

Selasa, 27 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang – Anjas, pria asal Palembang, Sumatera Selatan, membatalkan rencana pernikahannya pada H-1 acara, gegara si calon istri membentak ibu kandung Anjas.

Mengutip sumsel.tribunnews.com, calon mempelai perempuan membentak ibu kandung Anjas karena persoalan uang Rp700 ribu yang merupakan uang tambahan permintaan pihak wanita, di luar dari kesepakatan uang pokok pernikahan.

Pernikahan tersebut rencananya digelar pada 18 Desember 2002 lalu, namun pada malam sebelumnya (17/12), Anjas membatalkan pernikahan tersebut.

Menurut Anjas, jelang pernikahan, calon mempelai wanitanya ini meminta uang tambahan sebesar Rp7 juta untuk keperluan perlengkapan resepsi, seperti tenda dan lainnya.

Pihak Anjas pun menyanggupi permintaan tersebut dengan mencicilnya.

Namun, saat berkunjung ke rumah calon mempelai wanita diduga di Baturaja, Sumatera Selatan itu, Anjas dan keluarga terkejut meihat persiapan pernikahan jelang H-1 pernikahan.

Kata dia, awalnya pihak wanita menyebut uang tambahan tersebut dibuat untuk kebutuhan tenda dan lain-lain.

Namun faktanya, ketika disampai di rumahnya, Anjas tak melihat adanya tenda untuk pernikahan.

“Itu uang tambahan untuk orang tua dia katanya, daktau mungkin kalu untuk tenda, daktaunyo dak katek( tidak ada) tenda,” ungkap Anjas dikutip dari Tribunsumsel.com, Jumat (23/12).

Anjas mengaku syok melihat keadaan tenda yang dipesan bak tenda untuk acara kematian.

“Persiapannya kayak orang kematian malahan, tenda terpal bae, biasanya kan ada tenda putih biru, ini dak katek, cuma sepetak satu terpal,” lanjut Anjas.

Keterkejutan Anjas tak cukup sampai di situ. Ia mengaku tak terima dan sakit hati melihat perlakuan calon istrinya terhadap ibunya.

Pasalnya, wanita tersebut sempat mengancam hingga menunjuk sang ibunda tidak sopan.

Anjas lantas bersikeras membatalkan pernikahan tersebut pada H-1 Pernikahan pukul 2.00 WIB pagi hari.

“Aku marah lah (ibu ditunjuk-tunjuk) itu wong tuo aku,” ujarnya.

Menurut Anjas, perempuan itu pun disebut tak memiliki rasa penyesalan setelah dibatalkan pernikahannya.

Ia bahkan membenarkan ketika ditanya kepala desa soal membentak orang tua dari Anjas.

“Katek tejingok (tidak ada terlihat penyesalan) dari wajahnya, malah kadesnyo, aku ngomong dio ngebentak orang tua aku, dio ngomong ‘ado emang aku ngebentak‘, dak katek raso penyesalan dio ngomong cakitu,” seru Anjas.

Diganti Gelar Akikah

Batal menikah dengan Anjas, di rumah perempuan bernama D yang merupakan tunangan Anjas ternyata menggelar akikah.

Sekretaris Desa Belambangan Renzi, mengatakan, pernikahan antara Anjas dan D seharusnya digelar pada 18 Desember 2022, namun batal.

Acara yang semula untuk resepsi pernikahan diganti dengan akikah keponakan calon mempelai wanita.

“Jadi tanggal 17 itu acara pernikahan sudah dibatalkan dan diganti dengan acara akikah keponakan dari calon mempelai wanita,” jelas Renzi.

Setelah viral kisah Anjas yang gagal menikah gegara kurang uang Rp700 ribu, kini keluarga calon mempelai wanita tiba-tiba menghilang, Sabtu (24/12) kemarin.

Seperti terlihat dari rumahnya yang dalam kondisi terkunci dan tak berpenghuni.

Menurut Renzi sehari setelah acara akikah tanggal 18 Desember itu, keluarga calon mempelai wanita pergi mengungsi ke tempat lain.

“Kami tidak tahu kemana mereka pergi, karena tidak melapor, mungkin malu setelah acara pernikahan batal,” jelas Renzi,

Renzi menyebut, keluarga calon mempelai wanita merupakan warga pindahan di kampung itu, dan tidak banyak yang tahu kegiatan sehari-harinya.

***

Berita Terkait

Satpolairud Polres Situbondo Kawal Arus Balik Ribuan Jamaah Haul Majemuk Ponpes Salafiyah Syafi’iyah
Cabdis Pendidikan Wilayah II Pantau Pelaksanaan TKA SMA 2026 di Donggala, Pastikan Evaluasi Berjalan Optimal
Nelayan Situbondo yang Hilang Ditemukan Selamat di Pulau Giliyang, 2 Hari Bertahan di Tengah Laut
Edukasi Pelajar dan Bantu Siswa Yatim, Kasat Binmas Polres Isi MPLS di SD Negeri 2 Semiring
Di Tengah Situasi Krisis, Kafe Manghla Bagikan 40 Paket Sembako
Ungkap 8 Kasus Kriminal Selama Juni 2026, Kapolres Kembalikan Motor Curian ke Pemilik
Penyerahan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di desa Talkandang Tahun Anggaran 2026
Pelaksanaan PAW Pilkades Selomukti Usai Sudah, Abul Hasan Menang Telak dan Mutlak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:09 WITA

Satpolairud Polres Situbondo Kawal Arus Balik Ribuan Jamaah Haul Majemuk Ponpes Salafiyah Syafi’iyah

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:09 WITA

Cabdis Pendidikan Wilayah II Pantau Pelaksanaan TKA SMA 2026 di Donggala, Pastikan Evaluasi Berjalan Optimal

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:32 WITA

Nelayan Situbondo yang Hilang Ditemukan Selamat di Pulau Giliyang, 2 Hari Bertahan di Tengah Laut

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:11 WITA

Edukasi Pelajar dan Bantu Siswa Yatim, Kasat Binmas Polres Isi MPLS di SD Negeri 2 Semiring

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:57 WITA

Di Tengah Situasi Krisis, Kafe Manghla Bagikan 40 Paket Sembako

Berita Terbaru