SuaraUtara.com, Buol – Gubernur Sulawesi Tengah menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan, penguatan sumber daya manusia, serta sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Gubernur Sulawesi Tengah pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Daerah (HUTDA) ke-27 Kabupaten Buol Tahun 2026.
Mengusung tema “Titinggai Momangun Lripu – Agamis, Agropolitan, yang Maju, Lestari Budaya, dan Berkelanjutan”, peringatan HUTDA menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Kabupaten Buol yang lebih maju.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pelestarian budaya lokal dan pengembangan potensi agropolitan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Buol menunjukkan perkembangan positif. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 70,89 pada 2024 menjadi 71,47 pada 2025.
Pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan, dari 3,31 persen pada 2025 menjadi 3,98 persen pada Triwulan II 2026.
Sementara itu, angka kemiskinan turun dari 13,08 persen pada 2024 menjadi 12,48 persen pada 2025. Jumlah penduduk miskin juga berkurang dari 23,05 ribu jiwa menjadi 22,35 ribu jiwa.
Di sektor ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat turun dari 3,13 persen pada 2024 menjadi 3,11 persen pada 2025.
Capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat program pembangunan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan akses pelayanan dasar, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Buol juga terus menyinergikan program strategis, termasuk Berani Cerdas dan Berani Sehat.
Program Berani Cerdas memberikan manfaat beasiswa atau bantuan pendidikan kepada 877 mahasiswa pada 2025. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai 1.476 mahasiswa pada 2026, dengan total akumulasi penerima manfaat sebanyak 2.353 mahasiswa.
Adapun Program Berani Sehat menjangkau 12.766 jiwa pada 2025 dan diproyeksikan mencakup 17.234 jiwa pada 2026. Dengan demikian, total penerima manfaat kedua tahun tersebut diperkirakan mencapai 30.000 jiwa.
Selain menyoroti capaian pembangunan, Gubernur juga menyampaikan penghargaan kepada para tokoh pendiri, pejuang pemekaran, serta seluruh masyarakat yang telah berkontribusi dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Buol, yang dikenal sebagai Bumi Pogogul.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak terlepas dari perjuangan para pendahulu, kerja keras pemerintah, dan partisipasi aktif masyarakat.
Di sisi lain, Gubernur mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menyusul kondisi kekeringan dan minimnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir di Kabupaten Buol.
Masyarakat diimbau mematuhi arahan petugas, menjaga lingkungan, serta memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial dalam menghadapi potensi bencana.
Momentum HUT ke-27 Kabupaten Buol diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga menjadi titik penguatan komitmen seluruh elemen daerah untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memastikan pembangunan berjalan secara inklusif serta berkelanjutan.
Sinergi pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan Kabupaten Buol yang semakin maju, sejahtera, berbudaya, dan berdaya saing.***










