Gubernur Khofifah Siap Jadi Pengusul Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura ‎

Selasa, 10 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAUTARA.COM|PAMEKASAN — Gubernur Jawa Timur menyatakan kesiapannya untuk menjadi pengusul resmi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura kepada pemerintah pusat sekaligus memperjuangkan prosesnya hingga tuntas.

‎Komitmen tersebut disampaikan saat menerima Surat Bersama Bupati se-Madura serta Naskah Akademik KEK Tembakau Madura dalam pertemuan yang berlangsung usai rangkaian kegiatan Haul Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan, Minggu (8/3).

‎Dalam kesempatan itu, Gubernur menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap mengambil peran aktif dalam mendorong percepatan pembangunan Madura melalui skema kawasan ekonomi khusus.

‎“Saya paham kenapa ada keinginan KEK di Madura dan kita siap menjadi pengusul dan akan memperjuangkan ini sampai tuntas. Madura memiliki potensi yang sangat besar dan perlu didorong melalui kebijakan yang mampu mengakselerasi pembangunan kawasan,” ujarnya.

‎Khofifah juga menyampaikan bahwa usulan KEK Tembakau Madura sejalan dengan semangat pembangunan inklusif yang selama ini menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

‎“Ini juga bagian dari upaya kita memastikan pembangunan berjalan adil dan merata. Seperti yang sering disampaikan Pak Wagub Emil, ‘no one left behind’. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dari proses pembangunan,” katanya.

‎Sebagai langkah awal, Khofifah secara khusus menugaskan Wakil Gubernur Jawa Timur untuk menindaklanjuti usulan tersebut melalui kajian lebih mendalam serta menyiapkan seluruh kebutuhan teknokratis dan administratif untuk proses pengusulan KEK kepada pemerintah pusat.

‎“Saya meminta Pak Wagub untuk melakukan kajian lebih lanjut dan menyiapkan semua yang diperlukan agar proses pengusulan KEK Tembakau Madura dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan,” tambahnya.

‎Khofifah menilai pengembangan KEK di Madura tidak hanya berkaitan dengan penguatan ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam melindungi sekaligus mentransformasikan struktur ekonomi wilayah.

‎“KEK ini penting sebagai bagian dari proteksi dan transformasi wilayah, agar potensi ekonomi Madura—terutama pada sektor tembakau dan industri turunannya—dapat berkembang secara berkelanjutan dan memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

‎Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur menyatakan siap menindaklanjuti arahan gubernur dengan melakukan kajian yang diperlukan.

‎Menurutnya, usulan KEK Tembakau Madura memiliki dasar yang kuat karena didukung oleh kajian akademik serta dukungan politik dari para bupati di Madura.

‎“Kami akan menindaklanjuti arahan Ibu Gubernur dengan melakukan kajian lebih lanjut agar seluruh aspek yang dibutuhkan dalam pengusulan KEK dapat disiapkan secara matang,” ujarnya.

‎Ia menambahkan bahwa KEK Tembakau Madura juga dapat menjadi instrumen penting untuk melakukan transformasi ekonomi kawasan.

‎“Konsep KEK ini tidak hanya bicara tentang investasi, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan memberikan perlindungan terhadap ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pelaku usaha lokal,” jelasnya.

‎Dalam pertemuan tersebut juga hadir Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin yang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pembangunan kawasan.

‎“Pembangunan ekonomi daerah membutuhkan stabilitas dan kolaborasi semua pihak. Jika seluruh unsur pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha bergerak bersama, maka program-program strategis seperti pengembangan kawasan ekonomi khusus akan lebih mudah diwujudkan,” ujarnya.

‎Sementara itu, Ketua Tim Penyusunan Naskah Akademik KEK Tembakau Madura, Komunitas Muda Madura (KAMURA), Subairi Muzakki, menjelaskan bahwa penyerahan dokumen tersebut merupakan amanah masyarakat Madura sekaligus hasil konsolidasi para kepala daerah di wilayah tersebut.

‎Menurutnya, selama ini Madura memiliki kontribusi besar dalam industri tembakau nasional, namun nilai tambah ekonomi yang dinikmati masyarakat masih terbatas.

‎“Selama puluhan tahun Madura menjadi salah satu sentra utama produksi tembakau nasional. Namun nilai tambah industrinya banyak dinikmati di luar Madura. Melalui KEK Tembakau Madura, kita ingin membangun ekosistem industri yang lebih terintegrasi sehingga petani, pelaku usaha lokal, dan masyarakat Madura memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.

‎Ia menambahkan bahwa dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur menjadi momentum penting bagi perjuangan masyarakat Madura untuk menghadirkan model pembangunan kawasan yang lebih adil dan berkelanjutan.

‎“Alhamdulillah, respon Ibu Gubernur, Pak Wakil Gubernur, dan seluruh pihak yang hadir sangat positif. Ini menjadi energi besar bagi masyarakat Madura untuk terus memperjuangkan lahirnya KEK Tembakau Madura sebagai jalan percepatan pembangunan kawasan,” katanya.

‎

Berita Terkait

Klarifikasi Kades Pulau Enam Soal Polemik BPJS Rentan: Hanya 2 Warga Terima Santunan, Pinjaman 39 Juta Sudah Dikembalikan 20 Juta
Kelas Dialektika September Hitam ABP, Nasrun Bedah Strategi Perlawanan Adat lewat UUPA
Kadinsos Banggai Haryadi Bola Terus Perkuat Pengelolaan DTSEN dan SIKS NG di Tiga Kecamatan Balantak
BLK Buol Hebat Buka Batch 2 Pelatihan Barista dan Pembuatan Kue, Gratis untuk Masyarakat
Peduli Akses Warga Babinsa 1308-11/Liang dan Warga Gotong Royong Cor Jalan Rusak di Desa Luk
Babinsa Lamala Dukung Kontingen Pramuka Masama Ikuti Kemah Prestasi IV
Semarak HUT ke-81 TNI, Kodim 0823 Situbondo Ajak Warga dan Pelajar Peduli Kebersihan Sungai
Program Kamis Bersih di Kelurahan Karaton Babinsa Bersama Warga Gotong Royong Sambut HUT ke 81 TNI

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 16:03 WITA

Klarifikasi Kades Pulau Enam Soal Polemik BPJS Rentan: Hanya 2 Warga Terima Santunan, Pinjaman 39 Juta Sudah Dikembalikan 20 Juta

Minggu, 27 September 2026 - 06:47 WITA

Kelas Dialektika September Hitam ABP, Nasrun Bedah Strategi Perlawanan Adat lewat UUPA

Sabtu, 26 September 2026 - 16:34 WITA

BLK Buol Hebat Buka Batch 2 Pelatihan Barista dan Pembuatan Kue, Gratis untuk Masyarakat

Sabtu, 26 September 2026 - 15:15 WITA

Peduli Akses Warga Babinsa 1308-11/Liang dan Warga Gotong Royong Cor Jalan Rusak di Desa Luk

Sabtu, 26 September 2026 - 14:19 WITA

Babinsa Lamala Dukung Kontingen Pramuka Masama Ikuti Kemah Prestasi IV

Berita Terbaru

Nasional

NU, GUS DUR, DAN BROMOCORAH POLITIK

Minggu, 27 Sep 2026 - 19:39 WITA

OPINI

Masyarakat Mendambakan Pemimpin Yang Amanah

Minggu, 27 Sep 2026 - 14:49 WITA