SuaraUtara.com – Bupati H. Risharyudi Triwibowo resmi membuka Seminar Akhir Penyusunan Dokumen Perencanaan Kawasan Agropolitan Kabupaten Buol yang digelar Bappeda Litbang, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Buol tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi sektor pertanian sebagai penggerak ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya yang dibacakan pada kegiatan tersebut, Bupati Risharyudi Triwibowo menyampaikan apresiasi kepada jajaran Bappeda Litbang, tim ahli, akademisi, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan dokumen perencanaan kawasan agropolitan.
Seminar akhir ini turut menghadirkan Ketua Tim Ahli, Prof. Dr. Jayani Nurdin, bersama tim akademisi dan penyusun dokumen.
Bupati menegaskan, Kabupaten Buol memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama pada sektor pertanian dalam arti luas.
Komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, hingga perikanan selama ini menjadi bagian penting dalam menopang perekonomian daerah dan sumber penghidupan masyarakat.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dikelola melalui perencanaan yang matang agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pedesaan.
“Pembangunan kawasan agropolitan harus dipandang sebagai strategi pembangunan wilayah yang mampu mengintegrasikan seluruh potensi menjadi kekuatan ekonomi daerah secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan,” tegas Bupati dalam sambutannya.
Penyusunan dokumen tersebut juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kabupaten Buol Tahun 2025–2029, yakni Mewujudkan Buol Agamis sebagai Daerah Agropolitan yang Maju dan Berkelanjutan.
Melalui pengembangan kawasan agropolitan, Pemerintah Kabupaten Buol menargetkan peningkatan produktivitas dan nilai tambah komoditas unggulan daerah, penguatan ketahanan pangan, serta perluasan kesempatan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat.
Selain itu, program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani, mendorong investasi pada sektor pertanian dan agroindustri, serta mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.
Untuk memastikan tujuan tersebut dapat tercapai, Bupati berpesan agar tim penyusun dan tim ahli menghasilkan dokumen yang tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga memiliki arah pelaksanaan yang jelas, terukur, dan realistis.
Dokumen tersebut diharapkan memuat peta jalan atau road map pengembangan kawasan agropolitan secara bertahap, mulai dari penentuan prioritas tahunan, lokasi pengembangan, program dan kegiatan, penguatan kelembagaan, kebutuhan pendanaan, hingga indikator keberhasilan yang didasarkan pada kondisi riil wilayah.
Bupati juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan pengembangan kawasan agropolitan.
Pemerintah daerah, pemerintah desa, akademisi, masyarakat, dan dunia usaha dinilai perlu membangun sinergi agar perencanaan yang disusun dapat diimplementasikan secara efektif.
“Keberhasilan pembangunan kawasan agropolitan memerlukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, akademisi, pemerintah desa, hingga dunia usaha. Dengan semangat kebersamaan, saya yakin Kabupaten Buol mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian yang unggul di Provinsi Sulawesi Tengah,” pungkasnya.
Pembukaan seminar akhir ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penyusunan dokumen perencanaan kawasan agropolitan Kabupaten Buol.
Dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman pengembangan potensi daerah secara terpadu, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan ekonomi berbasis pertanian yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan wilayah.***












