Bupati Sigi ; Rumah Adat Sebagai Perekat Kerukunan Warga dan Umat

Jumat, 22 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIGI– Bupati Mohamad Irwan  mengungkapkan pentingnya pembangunan rumah adat atau Bantaya sebagai bagian dari upaya melestarikan kebudayaan lokal, sekaligus sebagai tempat berkumpulnya masyarakat untuk menyelesaikan berbagai perselisihan secara adat. “Rumah adat ini bukan hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai lembaga non-formal yang memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan antar warga,” ungkap Bupati Irwan.

Demikian disampaikan Bupati Sigi, Mohamad Irwan, dalam sambutannya saat menghadiri acara peresmian Bantaya (Rumah Adat) di Desa Potoya, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, yang juga dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Desa Potoya yang ke-19, Kamis (21/11/2024)

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara tersebut berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan dewan adat, Ketua Lembaga Adat, tokoh masyarakat kecamatan,unsur pemerintah Kecamatan Dolo, serta masyarakat Desa Potoya.

 

Dalam kesempatan ini, Bupati juga menyoroti berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Sigi, baik dalam rangka pemulihan pasca-gempa maupun pembangunan sektor lain. Diantaranya adalah program percepatan pembangunan pasca-gempa yang terus dilaksanakan untuk memperbaiki infrastruktur dan kualitas hidup masyarakat.

 

Selain itu, Bupati Irwan juga menyampaikan dua program unggulan di bidang kesehatan dan tenaga kerja, yaitu Program 1 Dokter 1 Kecamatan yang bertujuan untuk memastikan setiap kecamatan di Kabupaten Sigi memiliki fasilitas kesehatan yang memadai dengan kehadiran dokter di setiap kecamatan, serta Program Cover BPJS Ketenagakerjaan yang kini juga melibatkan lembaga adat dalam menjamin perlindungan sosial bagi para pelaku adat.

“Program-program ini adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk para lembaga adat, mendapatkan perhatian yang layak dalam berbagai aspek kehidupan,” jelas Bupati Sigi.

Dalam acara tersebut, turut hadir pula Ketua Lembaga Adat Kabupaten Sigi, para tokoh adat, serta masyarakat Desa Potoya yang antusias menyambut peresmian Bantaya sebagai ruang budaya dan penyelesaian perselisihan dalam masyarakat.

Acara ini menjadi momentum penting dalam upaya menjaga tradisi, memperkuat struktur sosial, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Sigi, khususnya bagi masyarakat Desa Potoya. [Martinus]

Berita Terkait

Rapat Persiapan MTQ XXIII Bangkep TNI Siap Dukung Pengamanan Pelaksanaan di Totikum Selatan
HUT ke-21 PEP Pertamina EP Donggi Matindok Field Berbagi Santunan untuk Anak Yatim
Kodim 1308/LB Gelar UKT Pencak Silat Militer Asah Kemampuan dan Profesionalisme Prajurit
Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas
Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai
Bagikan Kebahagiaan Bersama 50 Anak Yatim Pertamina EP Donggi Matindok Catat 1,7 Juta Jam Kerja Selamat
Puluhan Kontraktor dan Pelaksana Ikuti Rapat Pre Construction Meeting di Aula Kantor DPUPP Situbondo 
Penyaluran Bantuan Pangan (Bapang) Beras di Situbondo Alokasi Juli – September 2026 di Desa Paowan 

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 20:15 WITA

Rapat Persiapan MTQ XXIII Bangkep TNI Siap Dukung Pengamanan Pelaksanaan di Totikum Selatan

Senin, 14 September 2026 - 13:49 WITA

HUT ke-21 PEP Pertamina EP Donggi Matindok Field Berbagi Santunan untuk Anak Yatim

Senin, 14 September 2026 - 12:17 WITA

Kodim 1308/LB Gelar UKT Pencak Silat Militer Asah Kemampuan dan Profesionalisme Prajurit

Sabtu, 12 September 2026 - 00:32 WITA

Dugaan Mahar Alsintan Rp150 Juta Mencuat Mentan Amran Minta Kapolresta Banggai Usut Tuntas

Jumat, 11 September 2026 - 20:49 WITA

Petani Mengadu Soal Pupuk Bersubsidi Mentan Amran Copot Manajer Pupuk di Banggai

Berita Terbaru