Buol, Suarautara.com – Kesigapan Pemerintah Kabupaten Buol terkait polemik agrarian jual beli lahan secara illegal dan kasus pemalakan liar yang terjadi akhir-akhir ini di wilayah Kabupaten Buol tuai sorotan masyarakat, mendapat apresiasi dan dukungan dari aktivis dan pemerhati lingkungan, Moh. Rudhy U. Loi.
Aktivis dan pemerhati lingkungan ini menaruh harapan besar kepada pemda dan APH atas polemik agrarian dan kasus-kasug pemalakan liar yang semakin meresahkan masyarakat untuk segera disikapi dan ditindak tegas tanpa pandang bulu.
Rudhy Loi sapaan akrabnya kepada suarautara.com, saat dihubungi mengatakan untuk kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat atas bencana yang sering ditimbulkan oleh aksi pemalakan liar ini tak bisa dibiarkan lagi. Olehnya pihaknya berharap hal tak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah, tetapi keterlibatan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam sekitar.
“ Secara pribadi saya memberi apresiasi setinggi – tingginya atas respon Pemkab Buol dalam menanggapi polemik agraria dan pembalakan liar, harapannya kita kasus Ini dapat menjadi pintu masuk untuk Pemda membongkar kasus-kasus agraria dan pembalakan liar yang ada di wilayah Buol,” ujar Rudhi Loi, Kamis (24/4/2025).
Ia menambahkan, sikap tegas Pemda dalam melakukan pengendalian terhadap kerusakan hutan adalah kemajuan besar dalam menjaga stabilitas lingkungan dan ini patut diapresiasi.”pungkasnya.
Diketahui, Pemkab Buol melaksanakan Rapat Koordinasi lintas sektor yang dipimpin langsung Wakil Bupati Buol Moh Nasir Daimaroto, sebagai langkah cepat merespons laporan masyarakat terkait dugaan pembalakan liar, serta jual beli lahan secara ilegal di sejumlah wilayah, Pemerintah Kabupaten Buol gelar rapat koordinasi (Rakor) lintas sektor, Rabu (23/4/2025)., diantaranya Kepala Kantor ATR/BPN, camat Bokat dan Bukal, Kapolsek Bokat, Kasat Intelkam Polres Buol, perwakilan TNI dari Koramil Bokat dan Koramil Biau, serta Polhut dari UPT Kehutanan.(ucan)



















