Buol, Suarautara.com – Abrasi sungai yang terjadi di Dusun III Desa Kokobuka, Kecamatan Tiloan, Kabupaten Buol, semakin mengancam pemukiman warga yang berada di bantaran sungai. Kondisi ini kian mengkhawatirkan, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat dan arus sungai semakin deras.
Kepala Desa Kokobuka, Ardianto Palante, mengatakan abrasi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan dalam beberapa waktu terakhir semakin parah.
“Abrasi ini sudah lama terjadi di Dusun III. Saat hujan deras, arus sungai sangat kuat dan jaraknya dengan rumah warga sudah semakin dekat. Kalau tidak segera ditangani, kami khawatir rumah warga bisa ambruk,” ujar Ardianto Palante.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, abrasi sungai juga berdampak pada lahan pertanian warga yang berada di sekitar bantaran sungai. Sejumlah warga bahkan telah kehilangan sebagian lahannya akibat tergerus arus sungai.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Desa Kokobuka bersama warga selama ini melakukan upaya darurat secara swadaya, seperti pemasangan karung pasir dan material seadanya di sepanjang tebing sungai. Namun upaya tersebut belum mampu menahan laju abrasi secara maksimal.
“Insyaallah tahun ini pemerintah desa akan mengupayakan pembangunan tanggul sekaligus normalisasi aliran sungai sepanjang 318 meter. Kami juga berharap ada dukungan dari pemerintah daerah agar rencana ini bisa segera direalisasikan,” tegas Ardianto.
Sementara itu, Sekretaris Desa Kokobuka, Heri Handono, menyampaikan bahwa pihak desa telah melakukan pendataan titik-titik abrasi yang dinilai paling rawan di Dusun III.
“Normalisasi sungai direncanakan sepanjang 318 meter pada titik yang paling terdampak. Data ini sudah kami siapkan sebagai dasar pengajuan dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kabupaten,” jelas Heri Handono, Selasa (3/1/2026).
Di sisi lain, salah seorang warga Dusun III mengaku selalu merasa waswas, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi.
“Kalau hujan deras, kami tidak bisa tidur nyenyak. Air sungai cepat naik dan arusnya kuat sekali. Kami takut tanah longsor dan rumah kami ikut roboh,” ungkap warga setempat.
Warga berharap rencana pembangunan tanggul dan normalisasi sungai tersebut dapat segera direalisasikan agar memberikan rasa aman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi abrasi di Dusun III Desa Kokobuka masih menjadi perhatian serius pemerintah desa dan masyarakat setempat.
[Redaksi]






















