
SUARAUTARA.COM, Buol– Dari kurun waktu hampir sebulan terakhir ini, intensitas curah hujan meningkat mengguyur terus menerus wilayah kabupaten Buol sehingga mengakibatkan ratusan rumah terendam banjir.
Lokasi terparah berada di 4 kecamatan diantaranya Kecamatan Tiloan, Bukal, Momunu dan Bokat yang merupakan daerah terparah mengalami banjir bandang, sehingga berdampak pada roda perekonomian masyarakat di desa menjadi lesu dan kerugian sawah mengalami gagal panen, ternak sapi, kambing maupun ayam tidak sedikit mati karena terseret luapan dan arus air yang jebol dari sungai yang ada.
Sampai saat ini akibat banjir bandang tersebut, belum terhitung kerugian yang dialami warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Harapan masyarakat pun terhadap Pemkab Buol dan DPRD untuk segera mengatasi dampak bencana banjir yang menimpa warga di 4 wilayah terparah itu tak kunjung tiba. Padahal bancana alam ini jadi langganan setiap tahunnya dimusim penghujan tiba.
Pemkab, sama sekali tidak terlihat melakukan Manuver setidaknya merencanakan pembangunan untuk mengatasi pengikisan air di sepenjang daerah aliran Sungai (Das) di Buol, sehingga menjadi konsumsi sorotan publik.
“harusnya pemkab segera bentuk tim pemetaan wilayah titik yang di anggap sering terjadi banjir. “ ungkap Suparman Marhum, Selaku Kader Ansor kecamatan Biau kepada awak media, Selasa (22/3/2022).
Menurut Suparman, untuk mengatasi gejolak bencana banjir, pemkab perlu membentuk kampung siaga bencana, bukan hanya pada kontigensi banjir musiman terus diatasi tetapi managemen penanganan bencana keseluruhan disiapkan, akan tetapi termasuk kesiapan masyarakat dalam penanganan banjir itu sendiri.
Selain itu kata Suparman, perlu dilakukan pemetaan terhadap wilayah yang potensi bencannya tinggi (Hazard), mana yang sedang mana yang rendah.
Pada Prinsipnya yang terpenting itu kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana musiman semacam banjir. keterpaduan pemerintah dari pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa, harus bersinergi dengan masyarakat terkait managemen bencana secara keseluruhan.
“saya kira Buol memiliki SDM mumpuni di Bidang kebencanaan, dan punya kemampuan melakukan pemetaan wilayah, karena saya melihat kajian secara akademik kebencanaan hampir tidak dilakukan berbeda dulu kita sangat aktif baik menginisiasi atau sebagai pihak didalamnya”. Pungkas Suparman Marhum yang punya segudang pengalaman kebencanan. (CN)






















