SUARAUTARA.COM, Jakarta – Full Line-up One Pride Fight Night 56 : The Mega Fight!!! Pertandingan pembuka di awal tahun 2022, sangat lengkap untuk menghibur sobat Onepride. Di kelas Welterweight serta Exhibition fight di kelas Catchweight pertarungan antara Windri Patilima Putra Bogani asal Bolmong Raya dengan Alex Munster kelahiran Ambon menyedot perhatian para penggemar dan seluruh rakyat Indonesia.
Kedua petarung memulai duel dengan perlahan. Namun, tak lama berselang keduanya sama-sama melepaskan tendangan kemudian dilanjutkan di bawah.
Windri dengan cepat mendapatkan posisi mount yang lebih menguntungkan. Dia melanjutkannya dengan melepaskan kuncian americana pada tangan Alex.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tanpa disangka, kuncian tersebut sudah cukup dalam. Alex yang tak kuasa menahan memilih untuk tap out.
Dengan demikian hanya butuh waktu 99 detik atlet MMA asal Bolaang Mongondow Raya (Kotamobagu) ini mampu membuat lawannya menyerah tanpa perlawanan.
Sebelumnya, Pertandingan yang mempertemukan petarung Asal Kotamobagu ini dengan Pria Kelahiran Ambon tersebut menuai kontroversi menjelang pertarungan tersebut.
Seperti yang dilansir dari akun Instagram @windripatilima, pada 12 Februari 2022.
Windri menjelaskan pertandingan tersebut sebenarnya untuk memperebutkan sabuk kelas Welterweight 77,1 Kg yang ada di genggamannya.
Namun dalam sesi penimbangan, pihak lawan overweight 4,6 Kg.

Seperti diketahui, dalam One Pride ada peraturan, jika fighter yang akan bertanding kemudian melebihi berat kelasnya, maka akan didiskualifikasi.
“Kita masih mau bertanding meskipun berat tidak seimbang. Bisa, tapi hanya menjadi partai catch weight atau tanpa titel,” ujar Windri Patilima.
setelah sekembalinya Windri Patilima ke kampung halaman di Kotamobagu Bolmong Raya Sulawesi Utara, kepada Suarautara.com saat dihubungi via akun medsosnya, Minggu (13/02/2022), mengatakan bahwa kemenangan yang diraihnya sampai hari ini berkat do’a dan dukungan seluruh masyarakat Sulut lebih khusus warga Kotamobagu dan homebase kita Citawaya Totabuan Fighting yang selama ini mensuport dirinya untuk mengharumkan nama daerah dikancah nasional.
“ Alhamdulillah masih diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menjadi raja di kelas Welterweight sebanyak 7 kali kemenangan dan belum pernah dikalahkan, semua itu bisa saya lewati dengan hasil yang baik karena saya tidak pernah main-main dengan sebuah kata “Persiapan tanding” 3 bulan ada air mata, rasa sakit, titik jenuh, rasa ingin teriak, mengeluh, merontak, orang-orang yang dekat dengan saya pasti tau apa yang saya rasakan. Alhamdulillah ternyata saya bisa lewati itu semua,” ucap Windri
Saat disinggung terkait dirinya diminta untuk melatih anak-anak di daerah di luar Sulut, Windri Patilima sedikit tersentak dan mengatakan jika ada peluang dan dukungan mengapa tidak, tapi untuk daerah di Luar Sulut seperti di Buol kata Windri terlalu jauh jarangnya .(uchantadoy)
























