Ketoprak Madura di Tengah Badai Globalisasi

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah derasnya arus badai globalisasi, kesenian tradisional dituntut bukan hanya bertahan, tetapi juga menemukan caranya untuk tetap berdiri.

Ketoprak Madura adalah salah satunya. Ia tidak tunduk pada gemerlap budaya yang datang dari luar, karena di dadanya masih berdenyut nadi Jawa Timur. Ia hidup dan tumbuh di tanah Madura, Bondowoso, dan Situbondo, meresap bersama angin pesisir dan debu jalanan desa.

Peminatnya belum pernah benar-benar sepi. Ketoprak Madura tetap dicari, karena ia lebih dari sekadar tontonan. Ia menghibur, iya. Tapi di balik tawa, gerak, dan lagu, tersimpan makna. Terselip pesan yang bisa dipetik dan direnungkan lama setelah tirai ditutup.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Itulah sebabnya, ia masih menjadi pilihan utama di hajatan, pernikahan, dan sunatan. Kehadirannya membuat acara terasa utuh, seperti pulang ke rumah sendiri.

Bentuk dan konsepnya sederhana namun memikat. Panggungnya mungkin tidak mewah, tetapi ceritanya luas. Ada kisah raja, rakyat, cinta, pengkhianatan, dan kebijaksanaan masa silam. Anak muda yang duduk menonton, pelan-pelan diajak merenung. Tanpa menggurui, ketoprak menyelipkan sejarah ke dalam hati penontonnya.

Lebih dari itu, ketoprak Madura adalah ajakan. Ajakan agar kita tidak melupakan siapa kita. Ia menjaga kearifan lokal agar tidak hanyut, agar akar budaya tidak tercabut hanya karena zaman berubah.

Di Bondowoso, nama-nama itu masih disebut dengan bangga: Warga Sampurna, Bintang Sampurna, dan Sekar Tanjung.

Sementara di Madura, panggung dijaga oleh Rukun Karya dan Rukun Famili. Mereka adalah penjaga api, yang memastikan obor ketoprak tetap menyala di tengah malam modern.

Ketoprak Madura tidak melawan zaman dengan marah. Ia hanya berdiri kokoh, bercerita, dan mengingatkan: bahwa menjadi modern tidak harus kehilangan jati diri.

 

Reporter: SURYADI

Berita Terkait

62 Personel Polresta Banggai serta Polsek Kota  Amankan Aksi Seribu Lilin Aliansi Untika Melawan
Untuk yang ke Sekian Kalinya, Hosnatun Diundang Menjadi Juri Pada “Festival Musik Tong-tong” se-Madura
Pastikan Pendidikan Anak Berkualitas Bunda PAUD Banggai Syamsuarni Amirudin Monitoring Sekolah di Batui
Ayoo..Ramaikan Gebyar Seni Generasi Muda Banggai Siap Digelar Total Hadiah Rp25 Juta
Dandy Bersama Komisi III DPR Provinsi Sulteng Siap Kawal Perbaikan dan Penambahan Armada Feri Luwuk Perkuat Konektivitas Bangkep – Balut
Ketua Komisi III DPRD Sulteng Dandy Putra Asli Babasal Prihatin Kondisi Pelabuhan Rakyat Luwuk Siap Kawal Pembangunan nya 
Pertamina EP DMF Hadir Atasi Krisis Air Saat Kemarau Bangun Sumur Bor untuk 56 KK di Desa Loru
Peringati Maulid Nabi di Nambo Sekda Banggai Ramli  Ajak Masyarakat Perkuat Iman dan Ukhuwah

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 21:33 WITA

62 Personel Polresta Banggai serta Polsek Kota  Amankan Aksi Seribu Lilin Aliansi Untika Melawan

Senin, 7 September 2026 - 20:41 WITA

Ketoprak Madura di Tengah Badai Globalisasi

Minggu, 6 September 2026 - 05:34 WITA

Untuk yang ke Sekian Kalinya, Hosnatun Diundang Menjadi Juri Pada “Festival Musik Tong-tong” se-Madura

Jumat, 4 September 2026 - 00:36 WITA

Pastikan Pendidikan Anak Berkualitas Bunda PAUD Banggai Syamsuarni Amirudin Monitoring Sekolah di Batui

Kamis, 3 September 2026 - 15:24 WITA

Ayoo..Ramaikan Gebyar Seni Generasi Muda Banggai Siap Digelar Total Hadiah Rp25 Juta

Berita Terbaru

Sastra Seni Budaya

Ketoprak Madura di Tengah Badai Globalisasi

Senin, 7 Sep 2026 - 20:41 WITA