Suarautara.com,TOUNA – Kepala Desa Bantuga, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, diduga menjual sapi pejantan bantuan Dana Desa untuk kepentingan pribadi. Dugaan tersebut mencuat dan memicu protes warga dalam rapat kelompok tani yang digelar di kediaman seorang warga berinisial UT pada Senin malam (6/7/2026).
Menurut penuturan warga, sapi tersebut merupakan bantuan yang dialokasikan khusus untuk kelompok tani demi kesejahteraan bersama. Namun, ternak itu disinyalir telah dijual secara sepihak tanpa sepengetahuan seluruh anggota kelompok.
“Seharusnya sapi itu untuk kelompok. Tapi sekarang sudah tidak ada. Kami minta ini diusut,” ujar salah satu warga dalam pertemuan tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mantan Kades Bantuga yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Kelompok Tani membenarkan adanya polemik tersebut. Ia juga mengonfirmasi adanya pemeriksaan dari pihak terkait.
“Iya memang benar ada dugaan itu karena saya juga ketua kelompok tani,” ungkapnya.
Saat dikonfirmasi di kediamannya pada Rabu (8/7/2026), Kepala Desa Bantuga tidak membantah adanya penjualan sapi tersebut. Kendati demikian, dengan nada kesal ia berdalih bahwa langkah tersebut diambil atas sepengetahuan otoritas desa dan telah melalui proses audit.
“Atas sepengetahuan Ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa). Pengadaan tersebut sudah selesai diperiksa Inspektorat,” kata Kades.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya mendapatkan klarifikasi resmi dari Ketua BPD Desa Bantuga serta dokumen penunjang terkait transparansi penjualan dan penggunaan dana hasil penjualan sapi tersebut.
Warga mendesak agar Inspektorat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tojo Una-Una segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh guna memberikan kejelasan dan mencegah kegaduhan di masyarakat.
Pewarta:Agung

























