Suarautara.com, Banggai – Kepemimpinan Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Luwuk, Hasfar M., S.E., M.M., selama hampir dua tahun terakhir mendapat apresiasi dari masyarakat, calon penumpang, hingga berbagai pemangku kepentingan. Berbagai pembenahan yang dilakukan dinilai berhasil menghadirkan pelayanan pelabuhan yang lebih tertib, aman, nyaman, dan modern.
Hal tersebut disampaikan Hasfar kepada awak media usai melakukan pengawasan kedatangan KM Tilongkabila serta keberangkatan sejumlah kapal kayu di Pelabuhan Luwuk, Jumat (3/7/2026).
Menurut Hasfar, sejak dipercaya memimpin KUPP Kelas II Luwuk, fokus utama yang dilakukan adalah membangun sistem pelayanan yang mengutamakan keselamatan, ketertiban, serta kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama hampir dua tahun ini kami membenahi sarana dan prasarana terlebih dahulu, mulai dari pagar pembatas, petunjuk arah, pintu masuk dan keluar, hingga penempatan personel di setiap titik pelayanan agar proses embarkasi dan debarkasi berjalan tertib,” ujar Hasfar.
Ia menegaskan, saat ini tidak ada lagi pengantar maupun penjemput yang diperbolehkan memasuki area dermaga. Area tersebut hanya dapat diakses oleh petugas dan calon penumpang yang telah memiliki tiket serta menyelesaikan proses pemeriksaan.
Kami menerapkan SOP secara konsisten. Sebelum kapal sandar, tidak ada seorang pun berada di atas dermaga selain petugas. Pengantar dan penjemput tidak diperbolehkan masuk sehingga aktivitas penumpang menjadi lebih tertib dan aman,” tegasnya.
Hasfar menjelaskan, penerapan standar operasional tersebut tidak hanya memberikan rasa nyaman kepada penumpang, tetapi juga berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan tenaga buruh bagasi resmi yang memiliki nomor identitas. Barang bawaan penumpang yang tidak mampu dibawa sendiri kini menggunakan jasa buruh bagasi resmi sehingga aktivitas di pelabuhan menjadi lebih teratur.
Selain itu, KUPP Kelas II Luwuk juga telah menerapkan sistem pembelian tiket secara daring (online). Melalui sistem tersebut, calon penumpang dapat melakukan pemesanan tiket sebelum kapal tiba sehingga proses keberangkatan menjadi lebih cepat dan efisien.
Kami berharap penumpang yang sudah memiliki tiket online dapat melakukan proses boarding sekitar tiga jam sebelum keberangkatan kapal sehingga seluruh tahapan berjalan lancar,” jelasnya.
Dalam meningkatkan kualitas pelayanan, KUPP Kelas II Luwuk juga melengkapi terminal penumpang dengan berbagai fasilitas pendukung seperti ruang tunggu berpendingin udara, toilet yang bersih, serta ruang khusus bagi pengantar di lantai dua.
Hasfar juga meluruskan pemahaman masyarakat terkait pembagian kewenangan pengelolaan pelabuhan di Kabupaten Banggai. Ia menjelaskan bahwa tidak seluruh aktivitas di kawasan pelabuhan menjadi tanggung jawab Syahbandar atau KUPP.
Menurutnya, Pelabuhan Luwuk yang dikelola KUPP memiliki kewenangan mulai dari sisi darat hingga operasional kapal. Sementara Pelabuhan Rakyat berada di bawah kewenangan Dinas Perhubungan, begitu pula pelabuhan penyeberangan feri yang memiliki otoritas tersendiri.
Perlu dipahami masyarakat bahwa masing-masing pelabuhan memiliki otoritas berbeda. Syahbandar bertanggung jawab terhadap keselamatan pelayaran, pemeriksaan dokumen kapal, kelaiklautan kapal, serta pengawasan keberangkatan dan kedatangan kapal. Sedangkan pengelolaan pelabuhan rakyat merupakan kewenangan Dinas Perhubungan,” terang Hasfar.
Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, Hasfar menyebutkan sejumlah langkah strategis yang terus diterapkan di KUPP Kelas II Luwuk, di antaranya digitalisasi pelayanan melalui sistem Inaportnet untuk mengurangi birokrasi manual dan mencegah pungutan liar, peningkatan pemeriksaan kelaiklautan kapal, penataan fasilitas terminal yang lebih nyaman dan ramah penyandang disabilitas, percepatan proses bongkar muat guna mendukung kelancaran distribusi logistik, serta transparansi tarif jasa kepelabuhanan dan tiket di area publik.
Dengan berbagai inovasi tersebut, KUPP Kelas II Luwuk berharap pelayanan pelabuhan terus meningkat sehingga mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian layanan bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor transportasi laut di Kabupaten Banggai.(AM’oks69)

























