Langkah Sunyi Seorang Perintis Nelson Pomalingo dan Jejak Sejarah PENAS XVII Gorontalo

Jumat, 26 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

foto istimewa :
Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd.
Langkah Kaki Seorang Pencetus PENAS XVII 2026 Gorontalo tanpa pengawalan hanya kacamata dan buku harian di gempa tangannya

foto istimewa : Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd. Langkah Kaki Seorang Pencetus PENAS XVII 2026 Gorontalo tanpa pengawalan hanya kacamata dan buku harian di gempa tangannya

Suarautara.com, Gorontalo – Ada orang yang dikenang karena jabatannya. Ada pula yang dikenang karena jejak pengabdiannya. Jabatan dapat berakhir oleh waktu, tetapi karya akan tetap hidup dalam ingatan masyarakat.

Di tengah semarak pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) XVII Tahun 2026 di Gorontalo, ribuan peserta memadati arena kegiatan.

Presiden hadir, para menteri datang, dan berbagai rangkaian acara berlangsung meriah. Namun, di balik kemegahan itu, ada satu nama yang bagi sebagian masyarakat Gorontalo tidak dapat dipisahkan dari sejarah lahirnya perhelatan nasional tersebut, yakni Prof. Dr. Ir. H. Nelson Pomalingo, M.Pd.

Pada 24 Juni 2026, sosok mantan Bupati Gorontalo dua periode itu tampak berjalan sederhana. Tak ada lagi pengawalan sebagaimana ketika masih menjabat.

Di tangannya tergenggam sebuah buku catatan dan kacamata. Langkahnya tenang, wajahnya menyiratkan ketulusan seorang akademisi sekaligus pemimpin yang pernah mengabdikan dirinya bagi daerah.

Dalam kesempatan itu, Nelson Pomalingo turut mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, saat meninjau Panen Raya Jagung di Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda PENAS XVII 2026.

Secara faktual, Nelson Pomalingo telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Bupati Gorontalo setelah memimpin selama dua periode, yakni 2016–2021 dan 2021–2025. Kepemimpinan daerah kemudian dilanjutkan oleh bupati terpilih melalui proses serah terima jabatan.

Namun dalam pandangan banyak masyarakat, sejarah tidak selalu diukur dari siapa yang berdiri di atas panggung saat ini. Sejarah juga mencatat siapa yang pertama kali menanam gagasan, membangun komunikasi, serta meyakinkan berbagai pihak hingga Gorontalo dipercaya menjadi tuan rumah PENAS XVII Tahun 2026.

Ketika kesempatan menjadi tuan rumah masih sebatas harapan, Pemerintah Kabupaten Gorontalo di bawah kepemimpinan Nelson Pomalingo menyatakan kesiapan dan mulai melakukan berbagai koordinasi serta komunikasi untuk memperjuangkan kepercayaan tersebut.

Setelah Gorontalo resmi ditetapkan sebagai tuan rumah, berbagai fondasi persiapan awal pun mulai dibangun.

Kini, hasilnya dapat dirasakan. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Hotel, rumah makan, pelaku UMKM, jasa transportasi hingga sektor perdagangan memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas ekonomi selama penyelenggaraan PENAS XVII.

Di sinilah sejarah sering kali bekerja dengan cara yang sunyi. Banyak orang menikmati hasilnya, tetapi tidak semua mengetahui siapa yang lebih dahulu menanam benihnya.

Mungkin memang demikian takdir para perintis. Mereka tidak selalu berada di garis depan ketika keberhasilan dirayakan. Mereka tidak selalu disebut dalam setiap pidato. Namun, jejak perjuangannya tetap melekat pada setiap capaian yang berhasil diwujudkan.

Nelson Pomalingo hadir bukan untuk mencari sorotan. Ia datang sebagai seorang yang pernah memikul tanggung jawab besar dan menyaksikan bagaimana sebuah cita-cita yang dahulu diperjuangkan akhirnya menjadi kenyataan.

Karena sejatinya, sebuah daerah tidak dibangun hanya oleh mereka yang menikmati hasilnya, tetapi juga oleh mereka yang berani memulai ketika keberhasilan masih sebatas mimpi.

Di tengah riuhnya PENAS XVII Gorontalo, langkah sederhana seorang mantan pemimpin seolah mengingatkan bahwa setiap sejarah besar selalu diawali oleh orang-orang yang bekerja dalam diam. Penghargaan mungkin datang dan pergi, tetapi pengabdian yang tulus akan selalu menemukan tempatnya dalam ingatan masyarakat.

Tulisan ini merupakan artikel opini yang terinspirasi dari narasi “Langkah Sunyi yang Membangun Sejarah” karya MJR. Pendapat yang disampaikan merupakan pandangan penulis dan dibedakan dari fakta-fakta yang telah disebutkan di dalam artikel.

Berita Terkait

The Most Reliable Casino Websites for Online Gambling
Dipercaya Jadi Sekdis TPHP Banggai Hendra Saajad Siap Melanjutkan Pengabdian
Winner Bonos De Bienvenida Y Mecánicas: Evaluación Concisa
Free-Entry Tournament Play That Actually Pays Out
Ruletka wirtualne pieniadze – informacje dla graczy
Roleta do Dinheiro: Tudo o que você precisa saber
HUTDA Buol, PSDKU dan RPL Jadi Langkah Strategis Pengembangan Pendidikan
HUTDA Buol ke-27, Pembangunan SDM dan Pelestarian Budaya Jadi Sorotan

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 04:25 WITA

The Most Reliable Casino Websites for Online Gambling

Selasa, 13 Oktober 2026 - 02:04 WITA

Dipercaya Jadi Sekdis TPHP Banggai Hendra Saajad Siap Melanjutkan Pengabdian

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:50 WITA

Winner Bonos De Bienvenida Y Mecánicas: Evaluación Concisa

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:45 WITA

Free-Entry Tournament Play That Actually Pays Out

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:17 WITA

Ruletka wirtualne pieniadze – informacje dla graczy

Berita Terbaru

Topik Utama

The Most Reliable Casino Websites for Online Gambling

Selasa, 13 Okt 2026 - 04:25 WITA

Topik Utama

Winner Bonos De Bienvenida Y Mecánicas: Evaluación Concisa

Selasa, 13 Okt 2026 - 01:50 WITA

Topik Utama

Free-Entry Tournament Play That Actually Pays Out

Senin, 12 Okt 2026 - 23:45 WITA

Topik Utama

Ruletka wirtualne pieniadze – informacje dla graczy

Senin, 12 Okt 2026 - 23:17 WITA