Suarautara.com,SIGI-Penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Wawancara Langsung Bersama Kepala Desa Kamarora A, A FANICOSBI,. terus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, bayi, dan penyandang disabilitas.
“Dalam keterangannya kepada awak media, pihak pemerintah desa bersama tim penanganan bencana menjelaskan bahwa bantuan tenda dari Kementerian Sosial (Kemensos) telah mulai didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sebanyak kurang lebih 200 unit tenda telah diberikan oleh Kemensos. Dari jumlah tersebut, sekitar 150 unit sudah disalurkan kepada 10 RT dengan skala prioritas, masing-masing sekitar 15 tenda per RT,” ungkap salah satu perwakilan tim penanganan bencana.
Selain bantuan yang terkoordinasi melalui pemerintah, terdapat pula bantuan dari berbagai instansi, yayasan, maupun organisasi non-pemerintah (NGO) yang disalurkan langsung kepada masyarakat. Namun bantuan tersebut berada di luar pendataan pemerintah desa.
Untuk menjamin pemerataan distribusi bantuan, pemerintah desa telah membentuk posko penanganan bencana. Seluruh bantuan yang masuk terlebih dahulu dikoordinasikan melalui posko sebelum disalurkan kepada warga yang membutuhkan.
“Kami memiliki posko sebagai pusat koordinasi. Setiap bantuan yang datang akan dibahas mekanisme pembagiannya sebelum didistribusikan kepada masyarakat,” jelasnya.
Saat ini stok tenda yang tersedia di posko tinggal sekitar 50 unit. Pemerintah desa memilih menunggu tambahan bantuan yang diinformasikan akan segera tiba sebelum kembali melakukan pembagian agar distribusi dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata.
Di samping tenda, bantuan lain yang telah disalurkan meliputi terpal, air minum, logistik dasar, serta bantuan untuk rumah-rumah ibadah. Setiap gereja di wilayah terdampak telah menerima sekitar lima unit tenda dan lima lembar terpal, sementara bantuan serupa juga disalurkan kepada tiga masjid yang ada di desa tersebut.
Meski demikian, sejumlah kebutuhan mendesak masih menjadi perhatian utama, terutama susu bayi dan pampers bagi lansia. Ketersediaan susu bayi di lokasi bencana saat ini masih sangat terbatas.
“Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah susu bayi karena sangat langka. Selain itu pampers untuk orang tua lanjut usia juga masih sangat dibutuhkan,” ujar perwakilan tim.
Pemerintah berharap bantuan tambahan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat segera tiba.
Sebelumnya, Kepala BNPB telah menyampaikan bahwa pengiriman bantuan akan dilakukan secara bertahap mengingat jarak distribusi yang cukup jauh.
Sementara itu, Kepala Desa Kamarora A Fanicosbi menjelaskan bahwa wilayah yang mengalami dampak paling parah berada di Dusun I, Dusun II, dan sebagian Dusun III.
Berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan oleh seluruh ketua RT, tercatat sekitar 363 rumah terdampak akibat gempa. Namun hingga kini pemerintah desa belum melakukan klasifikasi secara rinci terkait kategori rumah rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan karena masih menunggu proses verifikasi teknis dari pihak yang berwenang.
“Kami sudah melakukan pendataan bersama seluruh RT dan terdapat kurang lebih 363 rumah yang terdampak. Untuk kategori kerusakan masih menunggu pendataan lebih lanjut dari tim terkait,” kata Kepala Desa.
Pemerintah desa bersama seluruh unsur terkait terus berupaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa dapat terpenuhi sambil menunggu tambahan bantuan yang akan datang dalam beberapa hari ke depan.
Marwan

























