Suarautara.com,PALU-Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Selasa (16/6/2026) pukul 11.27 WITA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa kerak dangkal dengan kedalaman 10 km ini dipicu oleh aktivitas Sesar Sausu dan sesar dangkal kompleks di bawah darat.
Hingga Rabu (17/6/2026) dini hari, BMKG telah mencatat 354 aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5,2. Rentetan gempa ini memicu trauma mendalam bagi warga terdampak. Banyaknya bangunan yang roboh membuat warga memilih untuk mengungsi dan tidak tidur di dalam rumah.
Dampak terparah dilaporkan terjadi di Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, yang berjarak sekitar 40–60 km dari Kota Palu. Selain kerusakan bangunan yang masif dan putusnya akses jalan, data sementara mencatat satu warga meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Merespons bencana tersebut, Yayasan Al Azizu Tapak Wali Indonesia Komda Sulteng bergerak cepat menyalurkan bantuan paket sembako kepada para penyintas di Palolo, Sigi. Ketua Komda Sulteng, H. Sam Asiku, S.Sos., MMG., menyatakan aksi ini merupakan instruksi langsung dari pendiri sekaligus Ketua Umum Yayasan, Almuqarram H. Aziz.
“Bantuan kemanusiaan ini berdasarkan perintah organisasi untuk segera meringankan beban masyarakat terdampak gempa,” ujar Sam Asiku, Rabu (18/6/2026).
Bantuan tersebut bersumber dari Dana Ibadah Bantuan Kemanusiaan Yayasan Al Azizu. Dalam penyalurannya, pihak yayasan berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar bantuan tepat sasaran dan langsung menyentuh masyarakat yang membutuhkan.Sam Asiku berharap bantuan ini dapat meringankan beban ekonomi serta psikologis para korban di masa pemulihan.
(Agung)

























