Suarautara.com, Banggai – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, S.E., tiba di Kabupaten Banggai pada Jumat (12/06/2026) untuk menghadiri sekaligus menutup turnamen sepak bola yang memperebutkan Piala Wali Kota Palu di Kecamatan Nambo.
Setibanya di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk bersama rombongan, Hadianto Rasyid langsung menuju hotel sebelum menghadiri agenda penutupan turnamen yang menjadi perhatian masyarakat pecinta sepak bola di Kabupaten Banggai.
Di sela kunjungannya, awak media Suarautara.com, Dewi Qomariah, berkesempatan makan siang dan berdiskusi santai bersama Wali Kota Palu di salah satu rumah makan di Kelurahan Maahas, Kecamatan Luwuk Selatan. Perbincangan kemudian berlanjut dalam suasana santai ditemani panorama senja Pantai Kilo Lima yang menjadi salah satu ikon wisata Kota Luwuk.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam diskusi tersebut, Hadianto Rasyid membagikan pandangannya mengenai kepemimpinan dan pentingnya pelayanan publik yang berpihak kepada masyarakat.
Menurutnya, seorang pemimpin tidak boleh melupakan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan melalui proses demokrasi.
“Sebelum menjadi calon, para kandidat datang kepada masyarakat untuk meminta dukungan. Namun setelah terpilih, sering kali kondisinya berbalik, masyarakat yang harus berjuang untuk bisa bertemu dengan pejabatnya,” ujar Hadianto.
Ia menegaskan bahwa prinsip tersebut tidak berlaku dalam kepemimpinannya. Baginya, jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan untuk melayani masyarakat, bukan sebaliknya.
“Seorang pemimpin adalah pelayan masyarakat. Karena itu masyarakat tidak boleh diabaikan dan harus mendapatkan pelayanan yang baik,” tegasnya.
Hadianto menjelaskan bahwa dirinya selama ini membuka ruang komunikasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Bahkan setiap pagi ia menyediakan waktu khusus di kediamannya bagi warga yang ingin menyampaikan aspirasi tanpa harus membuat janji terlebih dahulu.
Selain itu, ia juga rutin mengunjungi berbagai kelurahan untuk berdialog langsung dengan warga, mendengar berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, serta mencari solusi bersama.
Tidak hanya itu, Wali Kota Palu juga aktif berdiskusi dengan mahasiswa, komunitas ojek online, organisasi kemasyarakatan, dan berbagai kelompok lainnya sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat.
Menurut Hadianto, pelayanan publik yang baik harus diwujudkan melalui respons cepat terhadap setiap keluhan warga. Karena itu, nomor telepon pribadinya tetap terbuka bagi masyarakat yang ingin menyampaikan berbagai persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.
“Pelayanan tidak boleh ditunda-tunda. Ketika masyarakat membutuhkan pemerintah, maka pemerintah harus hadir dan memberikan solusi,” katanya.
Selama memimpin Kota Palu, Hadianto Rasyid telah menerima berbagai penghargaan dari pemerintah pusat. Namun, ia menilai penghargaan tersebut bukanlah pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja sama seluruh elemen masyarakat.
“Tanpa dukungan masyarakat dan semua pihak, saya bukan siapa-siapa. Penghargaan itu adalah hasil kerja bersama,” ungkapnya.
Dewi Qomariah menilai sosok Hadianto Rasyid sebagai pemimpin yang sederhana, terbuka, dan mudah bergaul dengan berbagai kalangan. Berbagai perubahan yang terjadi di Kota Palu selama masa kepemimpinannya menjadi bukti komitmen dalam membangun daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Perbincangan hangat yang berlangsung hingga senja di Pantai Kilo Lima tersebut menjadi gambaran bahwa kepemimpinan yang dekat dengan rakyat dan berorientasi pada pelayanan publik merupakan kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.(AM’oks69)
























