Malang, suarautara.com — Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, menegaskan bahwa kepala sekolah memegang peran strategis dalam membentuk karakter generasi bangsa. Penegasan itu disampaikan saat menghadiri halal bihalal keluarga besar MKKS SMP Negeri Kabupaten Malang di SMP Negeri 1 Kepanjen, Rabu (15/4/2026).
Menurut Lathifah, kualitas kepemimpinan kepala sekolah menjadi penentu arah budaya dan mutu pendidikan di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun kepribadian yang kuat dan berintegritas dalam setiap pengambilan kebijakan.
“Kepala sekolah harus memiliki integritas dan kejujuran yang tinggi. Setiap kebijakan yang diambil harus mencerminkan nilai moral dan tanggung jawab sebagai pemimpin pendidikan,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, sosok kepala sekolah tidak hanya berfungsi sebagai manajer administratif, tetapi juga figur teladan yang akan diikuti oleh guru maupun siswa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.
“Jika kepala sekolah disiplin dan berakhlak baik, maka seluruh warga sekolah akan ikut terbentuk ke arah yang sama. Namun jika kepemimpinannya lemah, sulit menciptakan budaya sekolah yang positif,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Lathifah juga mengingatkan bahwa nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah SAW harus menjadi rujukan utama dalam membangun karakter kepala sekolah. Sifat jujur, amanah, komunikatif, dan cerdas dinilai relevan untuk diterapkan dalam dunia pendidikan saat ini.
Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya kompetensi sosial yang harus dimiliki oleh setiap kepala sekolah. Menurutnya, pendidikan tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada sinergi dengan guru, orang tua, masyarakat, hingga dunia usaha. Di sinilah pentingnya kemampuan komunikasi, membangun jejaring, serta menyelesaikan konflik dengan bijak,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa kepala sekolah harus mampu merangkul seluruh elemen tanpa membedakan latar belakang, demi menciptakan suasana pendidikan yang inklusif dan harmonis.
“Hubungan sosial yang dibangun dengan empati dan saling menghormati akan melahirkan kepercayaan publik terhadap sekolah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Malang, Suntoro, menyampaikan bahwa kegiatan halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan antar kepala sekolah serta mempererat hubungan dengan pemerintah daerah.
“Kegiatan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang refleksi untuk meningkatkan kualitas kepribadian dan kompetensi sosial kepala sekolah,” ujarnya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, seluruh kepala sekolah di Kabupaten Malang semakin solid dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan, sejalan dengan visi Malang Makmur. (***)
Reporter: Ahmad Suseno.

























