Debt Collector Diduga Rampas Mobil dan Uang Rp47,3 Juta, Korban Lapor Polisi

Senin, 23 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Debt Collector Diduga Rampas Mobil dan Uang Rp47,3 Juta, (Foto: Karikatur)

Debt Collector Diduga Rampas Mobil dan Uang Rp47,3 Juta, (Foto: Karikatur)

MANADO, SUARAUTARA.COM — Aksi penarikan kendaraan oleh oknum debt collector kembali memicu polemik. Sepasang suami istri, Debby dan Faisal Steven , kehilangan satu unit mobil pick up beserta uang tunai Rp47.300.000 setelah kendaraan mereka dibawa dua pria yang mengaku perwakilan perusahaan pembiayaan.

Peristiwa terjadi mendadak di wilayah Manado. Menurut korban, pelaku tidak menunjukkan surat tugas, dokumen penarikan, maupun berita acara resmi. Kendaraan langsung dibawa pergi tanpa kesempatan klarifikasi.

Di dalam mobil tersebut terdapat uang puluhan juta rupiah yang rencananya digunakan untuk melunasi tunggakan kredit selama tiga bulan.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polresta Manado. Aparat menerima laporan resmi dan mulai melakukan proses klarifikasi, pemeriksaan saksi, serta penelusuran identitas terduga pelaku.

Ketua Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (LSM-AMTI), Tommy Turangan, mengecam keras kejadian tersebut. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk perampokan berkedok penagihan kredit.

“Tanpa dokumen resmi, tanpa prosedur hukum, kendaraan dirampas, uang korban ikut hilang. Ini bukan penagihan profesional, ini perilaku preman,” tegasnya, Kamis (19/2/2026).

Turangan menilai kasus tersebut berpotensi memenuhi unsur pidana perampasan, pencurian, hingga intimidasi. Ia juga menyoroti dampak psikologis terhadap keluarga korban, terutama anak korban yang disebut mengalami trauma setelah menyaksikan kejadian.

Sementara itu, Debby mengaku sudah menyiapkan dana pelunasan sebagai bentuk itikad baik. Namun situasi justru berujung kerugian besar.

“Uang sudah siap bayar, kendaraan malah dibawa. Tidak ada dialog,” ujarnya.

Hilangnya kendaraan usaha dan uang tunai membuat kondisi ekonomi keluarga terguncang. Saat ini kasus masih dalam proses penanganan kepolisian.**

Berita Terkait

Wahai Para Penyuap Peserta Muktamar, Berhentilah Berpura – pura
SUAP MUKTAMAR DEMI RAIS AAM MIFTACHUL AKHYAR
Laporan Warga Ditindak Cepat Wayan Sukarman Ungkap Percobaan Pencurian Baterai Tower di Lamala
Satresnarkoba Polres Touna Kembali “Ringkus” Pemuda Muara Toba, Terkait Dugaan Kepemilikan Sabu di Atas 5 Gram
Kekerasan di SDN 6 Luwuk Mencuat Kadisdikbud Banggai Safrudin Hinelo Akan Panggil ( BL) Kepala Sekolah
Menata Luwuk Tak Cukup Lewat Perda Bupati Menguji Keberanian Bawahan Mewujudkan Ketertiban Kota
Mantan Istri Kades Ambunu Dilaporkan ke Polda Sultra Terkait Dugaan Penyebaran Foto Pribadi
Selamat Putra Sulteng Kembali Mengabdi AKBP Putu Hendra Binangkari Jabat Dirreskrimsus Polda Sulteng

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:08 WITA

Wahai Para Penyuap Peserta Muktamar, Berhentilah Berpura – pura

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:48 WITA

SUAP MUKTAMAR DEMI RAIS AAM MIFTACHUL AKHYAR

Jumat, 2 Oktober 2026 - 01:20 WITA

Laporan Warga Ditindak Cepat Wayan Sukarman Ungkap Percobaan Pencurian Baterai Tower di Lamala

Senin, 28 September 2026 - 21:16 WITA

Satresnarkoba Polres Touna Kembali “Ringkus” Pemuda Muara Toba, Terkait Dugaan Kepemilikan Sabu di Atas 5 Gram

Jumat, 25 September 2026 - 20:23 WITA

Kekerasan di SDN 6 Luwuk Mencuat Kadisdikbud Banggai Safrudin Hinelo Akan Panggil ( BL) Kepala Sekolah

Berita Terbaru

OPINI

Ketika Diskusi Akan Merekatkan Tali Kerjasama

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:52 WITA

Topik Utama

The Ultimate Guide to Online Casino 10 Euro

Jumat, 23 Okt 2026 - 09:30 WITA