Suarautara.com, Banggai – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Dra. Hj. Sri Indraningsi Lalusu, MBA, melaksanakan Reses Masa Persidangan II Tahun ke-II Tahun Anggaran 2026 di Desa Rangka-Rangka, Kecamatan Masama, Kamis (12/02/2026).
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh peserta yang hadir diwajibkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan nasionalisme.
Kegiatan reses tersebut turut didampingi Anggota DPRD Kabupaten Banggai dari Fraksi PDI Perjuangan, Kompol (Purn) I Made Darma, SH. Hadir pula Danramil 1308-06/LB Peltu Haris Kambutu, Babinsa Serda Putu Arya, serta Perwakilan dari Kapolsek masama, perwakilan Camat Masama yang diwakili Kasi PNDK I Kadek Sugiatawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari 14 kepala desa di Kecamatan Masama, tujuh kepala desa hadir bersama anggota BPD dan sejumlah tokoh masyarakat. Sekitar 150 warga dari berbagai desa turut menghadiri kegiatan tersebut.
Sri Indraningsi yang dijuluki “Singa Betina Podium” dan dikenal sebagai legislator lima periode di DPRD Sulteng, menyampaikan bahwa reses merupakan momentum penting untuk bertemu langsung dengan konstituen guna menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Sri Indraningsi bersama Kompol (Purn) I Made Darma serta jajaran PAC PDI Perjuangan Dapil III melakukan penanaman pohon produktif berupa durian, pala, dan alpukat.
Penanaman pohon ini merupakan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, agar kader partai mendorong gerakan penghijauan dan tanaman bernilai ekonomi bagi masa depan masyarakat.
Kita ingin memberi contoh bahwa menanam hari ini, hasilnya bisa dinikmati generasi mendatang,” ujarnya.
Dalam sesi wawancara, Sri Indraningsi menjelaskan bahwa sejumlah aspirasi masyarakat berkaitan dengan kondisi jalan di Kabupaten Banggai, termasuk di Kecamatan Masama dan wilayah lainnya.
Menurutnya, perbaikan jalan sebenarnya telah terprogram di 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Namun, adanya pemotongan anggaran APBN sebesar Rp1,3 triliun menyebabkan beberapa proyek harus dikurangi atau ditunda.
Bukan berarti tidak dikerjakan. Hanya saja ada penyesuaian anggaran. Targetnya hingga 2027 tetap kita laksanakan sesuai prioritas dan visi misi Gubernur ‘Berani Lancar’,” jelasnya.
Dukung Pemekaran dan Penguatan Keamanan
Sri Indraningsi juga menyatakan dukungan terhadap wacana pemekaran daerah otonomi baru seperti Bobongko (Tompotika) dan wilayah lainnya di Banggai. Ia mengaku sejak menjabat Ketua Komisi I telah mengawal proses tersebut hingga ke kementerian terkait.
Terkait keamanan, ia mendukung peningkatan status Polres Banggai menjadi tipe A, mengingat banyaknya objek vital nasional di daerah tersebut.
“Keamanan harus diperkuat karena Banggai memiliki banyak objek vital negara yang perlu pengamanan maksimal,” tegasnya.
Menyikapi isu kelangkaan BBM, ia berharap distribusi benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh oknum tertentu.
BBM harus untuk rakyat dan nelayan, bukan untuk kepentingan pribadi atau perusahaan tertentu. Harus ada keadilan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya supremasi hukum ditegakkan demi melindungi hak-hak masyarakat dalam berbagai persoalan pembangunan.
Terkait wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah, Sri Indraningsi menegaskan PDI Perjuangan tetap menginginkan pemilihan langsung oleh rakyat.
Ia pun menyatakan kesiapan untuk maju dalam Pilkada Banggai 2029 mendatang.
Insyaallah, saya siap maju sebagai calon Bupati Banggai jika dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Dukungan DPRD Banggai
Saat yang bersamaan, Anggota DPRD Banggai Kompol (Purn) I Made Darma, SH, menyampaikan komitmennya memperjuangkan aspirasi masyarakat di Dapil III yang meliputi enam kecamatan.
Menurutnya, banyak warga mengeluhkan kondisi jalan rusak yang menghambat transportasi dan aktivitas ekonomi.
Saya siap membawa aspirasi ini ke DPRD, baik dalam rapat paripurna maupun pembahasan anggaran, serta berkoordinasi dengan DPRD Provinsi dan Dinas PUPR,” tegasnya.
Ia mencontohkan sejumlah ruas jalan desa seperti Rangka-Rangka, Kemangmerta, dan Minangandala yang telah diperjuangkan hingga akhirnya mendapat perbaikan setelah puluhan tahun.
Kegiatan reses ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi pembangunan di Kabupaten Banggai.(AM’oks69)
























