BUOL, SUARAUTARA.COM — Insiden mengejutkan kembali terjadi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buol. Sejumlah siswa SDN 7 Bunobogu dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi MBG, menambah kekhawatiran publik, setelah sebelumnya menu MBG berupa telur busuk juga ditemukan di SDN Bokat dan sempat viral di media sosial.
Tak lama setelah makanan dikonsumsi, para siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang menurun. Gejala yang muncul di antaranya mual, pusing, sakit perut, dan muntah.
Dari informasi yang dihimpun, diperkirakan ada sekitar ratusan siswa yang mengalami gejala serupa. Namun, yang dilarikan ke Rumah Sakit Mokoyurli Buol merupakan siswa dengan kondisi yang dinilai paling parah, sementara lainnya mendapat penanganan awal di sekolah dan fasilitas kesehatan terdekat, pada Rabu (28/1/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Guru dan pihak sekolah langsung memberikan pertolongan awal serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan untuk penanganan cepat.

Hingga berita ini diturunkan, para siswa masih dalam pemantauan tim medis. Belum ada keterangan resmi terkait jumlah pasti siswa terdampak maupun penyebab utama dugaan keracunan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buol, Muhammad Sigara, S.Ag., M.Si, sebelumnya telah menegaskan komitmen pengawasan keamanan pangan program MBG. Pernyataan itu disampaikan saat dikonfirmasi Suarautara pada kejadian temuan menu MBG di SDN 2 Bokat menegaskan bahwa pengelolaan dapur MBG yang berada di bawah pantauan SPPG harus dilakukan secara profesional dan teliti.
“Intinya, pihak terkait harus lebih profesional dan benar-benar selektif dalam menempatkan petugas yang bertanggung jawab pada pelayanan MBG di setiap sekolah,” singkatnya.
“Pengawasan standar keamanan pangan akan diperketat, mulai dari proses pengolahan, distribusi, hingga penyajian makanan di sekolah. Program ini harus berjalan aman dan sesuai standar,” tambahnya.
Reaksi masyarakat pun bermunculan. Para orang tua murid mengaku sangat menyayangkan kejadian tersebut, mengingat makanan program MBG dikonsumsi langsung oleh anak-anak di sekolah.
Salah seorang wali murid menyampaikan kekhawatirannya.
“Kami orang tua tentu sangat cemas. Anak-anak berangkat sekolah untuk belajar, bukan untuk sakit. Kami berharap ke depan makanan yang diberikan benar-benar diperiksa kualitas dan kebersihannya,” tuturnya.
Wali murid lainnya juga berharap ada tanggung jawab dan evaluasi menyeluruh.
“Program ini bagus tujuannya, tapi kalau sampai anak-anak keracunan, ini harus jadi pelajaran besar. Jangan sampai terulang lagi,” katanya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak MBG SPPG Bunobogu belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat. Program MBG yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa dinilai harus dibarengi pengawasan ketat terhadap kebersihan dapur, kualitas bahan makanan, serta proses distribusi dan penyajian.
Masyarakat berharap para siswa segera pulih dan kejadian ini menjadi evaluasi besar bagi standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG, agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di sekolah.[Red]






















