Suarautara.com, Banggai – Kabupaten Banggai resmi terpilih sebagai tuan rumah Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Tengah tahun 2025.
Kegiatan ini digelar di Hotel Estrela Bukit Halimun, Kelurahan Luwuk Selatan, pada Senin (17/11/2025).sampai selesai.
Rakor dibuka langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pelaksanaan program Asta Cita di setiap kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat ini untuk melihat progres pelaksanaan Asta Cita di masing-masing daerah. Program harus benar-benar menyentuh masyarakat miskin,” tegas Gubernur.
Kegiatan ini turut dihadiri mendampingi Gubernur Sulteng dan sejumlah pejabat tinggi dilingkup Pemda Sulteng di antaranya. : Kajati Sulteng Nuzul Rahmat R, SH., M.H., Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi, S.I.K., Kasdam XIII/Merdeka Brigjen TNI Agus Sasmita, Ketua Panitia yang juga Kaban Kesbangpol Sulteng, Arfan.M.Si. serta Para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, Para kepala OPD Provinsi Sulteng dan para OPD dari masing-masing kabupaten/kota.
Kaban Kesbangpol Sulteng, Arfan, M.Si, dalam laporannya menjelaskan bahwa rakor ini bertujuan mengevaluasi kinerja kepala daerah terkait implementasi Asta Cita di wilayah masing-masing.
Dalam pemaparannya, Gubernur menyebut Bupati Morowali sebagai kepala daerah yang konsisten menjalankan program Asta Cita, khususnya terkait pendataan dan penanganan kemiskinan.
Ia menegaskan pentingnya seluruh OPD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota agar fokus menjalankan program yang berdampak langsung bagi masyarakat kurang mampu.
Setiap OPD wajib membuat program yang menyentuh anak yatim dan masyarakat miskin. Kurangi kegiatan yang tidak berdampak pada kelompok rentan,” tegasnya.
Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Bupati Banggai, Ir. H. Amirudin, MM, atas capaian penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Banggai hingga 5 persen.
Menurutnya, program Asta Cita yang dijalankan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka selaras dengan program Gerbang Timur Sulawesi Tengah yang dijalankan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Banggai.
Pemimpin yang baik adalah yang berani menghadapi masalah, bukan menghindarinya. Asta Cita bukan beban, tetapi prioritas,” ujar Gubernur.
Gubernur juga meminta agar setiap bupati melakukan evaluasi internal terhadap OPD untuk memastikan pelaksanaan Program 9 Berani, program kesehatan, serta program Gerbang Timur berjalan efektif.
Ia menegaskan bahwa pemaparan bupati harus tepat sasaran dan sesuai kebutuhan daerah jangan membuat kegiatan yang tidak menyentuh masyarakat miskin di wilayahnya dan akan dipantau langsung,” olehnya
Rakor dilanjutkan dengan diskusi terbuka, di mana masing-masing kepala daerah menyampaikan pemaparan capaian kinerja sejak dilantik.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Kanwil ATR/BPN Sulteng, H. Muhammad Naim, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang lakukan oleh Gubernur Anwar Hafid serta di saksikan para tamu undangan.
Perjanjian ini mengatur penyelesaian berbagai persoalan pertanahan di seluruh kabupaten/kota se-Sulteng ini agar para Bupati dan Walikota dapat lebih muda mengurusnya,”pungkas Gubernur Sulteng.
( AM’oks69 )





















