Suarautara.com, Banggai – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai menggelar Kongres I Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Banggai pada Selasa, 4 November 2025, bertempat di Café Kita, Jalan Urip Sumoharjo, Luwuk.
Kegiatan ini menjadi langkah awal pembentukan wadah koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Banggai.
Kongres tersebut dihadiri oleh perwakilan akademisi dari Untika dan Unismuh, perusahaan daerah dan swasta seperti PT PLN, Bank Sulteng Cabang Banggai, PT Pertamina EP Donggi Matindok (PEP-DMF), JOB Tomori, PT Donggi Senoro LNG (DSLNG), dan PT Panca Amara Utama (PAU). Turut hadir pula PMI Banggai, komunitas pecinta alam, pers, LSM pemerhati lingkungan, serta perwakilan dari Alfamidi, Alfamart, dan PT Dei.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala BPBD Kabupaten Banggai, Fery Sujarman, SH., S.Pd., M.H, didampingi oleh Dr. Bambang Dwicahyo, S.KM., M.Kes.
Dalam sambutannya, Fery menegaskan bahwa tujuan utama pembentukan FPRB adalah menciptakan masyarakat dan wilayah yang tangguh terhadap bencana melalui kolaborasi dan koordinasi antar pihak.
Forum Pengurangan Risiko Bencana ini hadir untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, lembaga usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.
Kita ingin membangun kesadaran bersama serta sistem penanggulangan bencana yang terpadu dan terencana,” ujar Fery Sujarman.
Lebih lanjut, Fery menjelaskan beberapa tujuan utama pembentukan FPRB, antara lain. :
A.) Memperkuat koordinasi dan kolaborasi antar lembaga dalam mitigasi bencana.
B.) Meningkatkan kesadaran serta kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana.
C.) Mendorong partisipasi aktif masyarakat melalui kelompok siaga bencana di lingkungan masing-masing.
D.) Menyusun sistem penanggulangan bencana yang terarah dan komprehensif.
F. ) Mendukung pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada pengurangan risiko bencana.
Setelah pembukaan, dilaksanakan pemilihan Ketua Kongres FPRB, yang menetapkan Ramli Palawean sebagai Ketua Kongres didampingi dua anggota.
Melalui proses aklamasi, peserta akhirnya memilih Dr. Bambang Dwicahyo, S.KM., M.Kes. sebagai Ketua FPRB Kabupaten Banggai masa bakti 2025–2029.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, diharapkan FPRB Banggai dapat menjadi wadah strategis dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana di Kabupaten Banggai.( AM’oks69 )





















