Martapura, Sumsel – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama pasukan multinasional sukses melaksanakan Airborne Operations sebagai bagian dari rangkaian Latihan Bersama Super Garuda Shield 2025 di Drop Zone Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI AD Martapura, Sumatera Selatan, Rabu (27/8).
Latihan lintas udara berskala besar ini memperlihatkan kemampuan pasukan TNI dan mitra internasional dalam penerjunan massal, perebutan lapangan udara strategis, hingga manuver ofensif lanjutan. Kegiatan tersebut menegaskan kesiapan TNI untuk memimpin, berkolaborasi, sekaligus berintegrasi dengan kekuatan militer negara sahabat di kawasan Indo-Pasifik.
“Latihan ini bukan hanya menguji kesiapan operasional, tetapi juga menjadi simbol solidaritas dan interoperabilitas militer multinasional. TNI menunjukkan peran sentralnya sebagai tuan rumah yang profesional, sekaligus mitra strategis dalam menjaga stabilitas kawasan,” ujar Kepala Pusat Penerangan TNI dalam keterangan resminya.
Hadir dalam kegiatan tersebut Komandan Kodiklat TNI Mayjen TNI M. Naudi Nurdika, Direktur Latihan Kodiklat TNI Brigjen TNI Rudi Hermawan, SE, serta perwakilan pasukan dari Amerika Serikat, Jepang, dan Prancis. Sejumlah kepala daerah, yakni Bupati OKU, OKU Timur, dan OKU Selatan, juga turut hadir sebagai tamu undangan.
Dalam sesi jumpa pers, Mayjen TNI M. Naudi Nurdika menegaskan bahwa tujuan utama latihan ini adalah meningkatkan kecakapan udara prajurit sekaligus menguji kesiapan operasi strategis gabungan.
“Selain meningkatkan profesionalitas prajurit, latihan ini juga mengandung unsur diplomasi militer, sehingga diharapkan tercipta kerja sama yang baik antar negara di kawasan Asia-Pasifik,” ujarnya.
Kapuspen TNI menambahkan, Super Garuda Shield 2025 merupakan bukti nyata bahwa TNI siap berperan aktif menjaga keamanan, perdamaian, dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.[edo]



















