Menteri PPPA Ajak Kolaborasi Semua Pihak Atasi Kekerasan Perempuan dan Anak

Senin, 25 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Bersama Ibu Menteri PPPA-RI Arifah Fauzi,dan Bupati Ir H Amirudin.MM serta para Deputi dan Opd Provinsi sultemg dan pemda banggai

Foto Bersama Ibu Menteri PPPA-RI Arifah Fauzi,dan Bupati Ir H Amirudin.MM serta para Deputi dan Opd Provinsi sultemg dan pemda banggai

Banggai, Suarautara.com – Dalam angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Indonesia masih tinggi dan memprihatinkan. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifah Fauzi, mengajak seluruh pihak berkolaborasi dalam mengatasi persoalan tersebut.

Dalam acara ramah-tamah dan dialog bersama Menteri PPPA yang digelar di Rooftop Kilo 5, Luwuk Selatan, Minggu (24/8/2025).

Arifah memaparkan hasil survei KemenPPPA tahun 2024 yang menunjukkan bahwa 1 dari 4 perempuan pernah mengalami kekerasan, sementara 1 dari 2 anak pernah mengalami kekerasan, terutama kekerasan emosi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kekerasan ( terhadap perempuan ) terbanyak adalah kekerasan seksual,” ungkap Menteri PPPA -RI

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Banggai Amirudin, Asisten Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA Ratna Susianawati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Tengah Rudi Dewanto, Penjabat Sekretaris Daerah Banggai Ramli Tongko, Ketua TP PKK Banggai Syamsuarni Amirudin, serta kepala Dinas P2KBP3A se-Sulawesi Tengah.

Menteri Arifah menjelaskan, data Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) tahun 2024 mencatat. :

1.) Kabupaten Buol : 67 kasus kekerasan anak (terbanyak di Sulteng).
2.) Kota Palu : 55 kasus kekerasan perempuan (terbanyak di Sulteng).
3.) Kabupaten Banggai : 13 kasus kekerasan anak dan 9 kasus kekerasan perempuan.

Namun, Arifah menegaskan data tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi di lapangan
menunjukkan angka yang ada dalam Simfoni ini belum angka yang sesungguhnya.

Ini masih fenomena gunung es karena masih banyak korban yang belum berani bercerita,” katanya.

Lebih lanjut, KemenPPPA mencatat Indeks Perlindungan Anak (IPA) Sulawesi Tengah tahun 2023 hanya 58,54, lebih rendah dari rata-rata nasional 63,83.

Hal ini menunjukkan perlunya percepatan upaya perlindungan anak , sesuai amanat Bapak Presiden, kita nggak bisa kerja sendiri. Semua harus berkolaborasi dan bersinergi,” tegas Menteri Arifah.

Lebih lanjut Program KemenPPPA

Dalam kesempatan itu, Arifah juga memperkenalkan tiga program utama KemenPPPA, yaitu :

1. Ruang Bersama Indonesia (RBI)
2. Call Center SAPA 129
3. Satu Data Perempuan dan Anak Berbasis Desa

Kita kolaborasi dengan kementerian, lembaga, dan yang paling penting adalah partisipasi masyarakat hingga di tingkat desa/kelurahan,” tandasnya.

( AM’oks69 )

Berita Terkait

Seleksi Eselon II Banggai Mengerucut Panitia Hanya 14 Jabatan Terisi dari 15 Formasi
Pemkab Banggai Matangkan Verifikasi Lapangan EKK Hariadi Bola Tekankan Kesiapan dan Sinergi Tim
Sekda Banggai Moh Ramli Tongko dan Kaban BKD ASN Taat WFH dengan Baik di Awasi Ketat ada Sanksi Menanti
Polisi dan Warga Bergerak Lakukan Pencarian,Bocah 5 Tahun di Panarukan Dilaporkan Hilang
Kapolres Situbondo Tinjau Pemancar Radio Polri di desa Kayumas, Pastikan Kelancaran Komunikasi untuk Pelayanan Masyarakat
Pelaku Gunakan Mobil Sedan Modifikasi, Polres Situbondo Ungkap Penyalahgunaan Penjualan BBM Pertalite
NasDem Sulteng Desak Media Tempo Minta Maaf dan Sampaikan Sikap Resmi ke PWI
Kejati Sulteng Bersama PWI Sepakat Perkuat Kapasitas Wartawan dan Kehumasan

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 22:45 WITA

Seleksi Eselon II Banggai Mengerucut Panitia Hanya 14 Jabatan Terisi dari 15 Formasi

Sabtu, 18 April 2026 - 22:33 WITA

Pemkab Banggai Matangkan Verifikasi Lapangan EKK Hariadi Bola Tekankan Kesiapan dan Sinergi Tim

Sabtu, 18 April 2026 - 20:58 WITA

Sekda Banggai Moh Ramli Tongko dan Kaban BKD ASN Taat WFH dengan Baik di Awasi Ketat ada Sanksi Menanti

Jumat, 17 April 2026 - 06:21 WITA

Polisi dan Warga Bergerak Lakukan Pencarian,Bocah 5 Tahun di Panarukan Dilaporkan Hilang

Jumat, 17 April 2026 - 06:12 WITA

Kapolres Situbondo Tinjau Pemancar Radio Polri di desa Kayumas, Pastikan Kelancaran Komunikasi untuk Pelayanan Masyarakat

Berita Terbaru