BBPOM di Manado Gelar Bimtek Penerapan Farmakovigilans dan Toksikovigilans.

Kamis, 24 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOLMONG – BBPOM di Manado melakukan sosialisasi dan bimtek terkait Penerapan Farmakovigilans Toksikovigilans dan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), di Sutanraja Hotel Kotamobagu, Kamis (24/11/2022).

Kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan meningkatkan kemampuan serta kapabilitas petugas kesehatan.Untuk mendukung laporan ESO dan
Toksikovigilen.

Hadir di kegiatan itu, petugas kefarmasian di RS dan Puskesmas dari Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolmong, Bolaaang mongondow Timur, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang
Mongondow Selatan dan Kabupaten Minahasa Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala BBPOM Dra Hariani Apt mengungkapkan, Pengawasan obat dan makanan merupakan salah satu komponen penting dalam proses
pembangunan Kesehatan di Indonesia yang senantiasa menghadapi lingkungan strategis yang sangat dinamis.

” Adanya globalisasi ekonomi, persaingan usaha dan revolusi industry 4.0 yang saat ini sedang dihadapi mempunyai konsekuensi yang signifikan pada Sistem Pengawasan Obat dan Makanan ( SISPOM ) sebagai upaya untuk melindungi kesehatan masyarakat. Produksi dan distribusi obat memiliki risiko tersendiri dalam setiap tahapan yang dilewati,” Terangnya.

Karena itu, ditambahkannya, diperlukan peran serta dari seluruh lintas sektor terkait baik dari pemerintah, produsen / distribusi dan konsumen untuk dapat menjamin ketersediaan obat yang aman dan bermutu.

Hal ini tentu diperlukan Kerjasama yang baik antara kementerian dan Lembaga baik pusat maupun daerah
bersama stakeholders terkait yang didukung oleh SDM yang kompeten untuk mengawal mutu dan keamanan obat agar tetap terjaga hingga ke masyarakat perlu terus
ditingkatkan melalui Jejaring Farmakovigilans dan Toksikovigilans serta penerapan.

” Terutama cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), termasuk ketika melakukan komunikasi risiko ke masyarakat apabila terjadi hal – hal yang tidak diharapkan terkait keamanan dan mutu produk Pada pelayanan kefarmasian untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan terkait keamanan dan mutu produk,” Ungkapnya

Terutama dalam penggunaan obat perlu dilakukan monitoring efek samping obat atau kejadian tidak diinginkan (KTD) melalui kegiatan farmakovigilans (PV) dan Toksikovigilans. (Samsu)

Berita Terkait

Sekretaris Kota Kotamobagu Buka Lomba Inovasi Daerah Dan Caoching Clinic Inovasi 
Walikota Kotamobagu Pimpin Upacara Harganas Ke-33
Wakil Walikota Kotamobagu Dorong Keterlibatan Generasi Muda Dalam  Sektor Pertanian
Sahaya Laksanakan Supervisi Dengan UPTD PPA
Terbatasnya Anggaran, Dinas PUPR Kotamobagu Tetap Bangun Infrastruktur Jalan
Pemkot Kotamobagu Menghimbau Masyarakat Memanfaatkan Posyandu Sebagai 6 SPM
Kapolres Kotamobagu Bersama Forkopimda Dan Kajati Sulut Tinjau Program MBG
Kapolres Kotamobagu Bersama Forkopimda Sambut Kedatangan Menhan RI di Lapangan Aruman Jaya

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:57 WITA

Sekretaris Kota Kotamobagu Buka Lomba Inovasi Daerah Dan Caoching Clinic Inovasi 

Senin, 29 Juni 2026 - 19:52 WITA

Walikota Kotamobagu Pimpin Upacara Harganas Ke-33

Senin, 29 Juni 2026 - 17:21 WITA

Wakil Walikota Kotamobagu Dorong Keterlibatan Generasi Muda Dalam  Sektor Pertanian

Senin, 29 Juni 2026 - 17:16 WITA

Sahaya Laksanakan Supervisi Dengan UPTD PPA

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:55 WITA

Terbatasnya Anggaran, Dinas PUPR Kotamobagu Tetap Bangun Infrastruktur Jalan

Berita Terbaru