Dorong Kesadaran Generasi Muda Buol akan hilangnya Kebudayaan Lokal

Selasa, 15 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rusdianto Timumun

Rusdianto Timumun

SUARAUTARA, Buol – Indonesia menjadi salah satu negara yang terkenal akan keberagamannya terutama budaya-budaya yang dimilikinya. Keanekaragaman budaya yang dibentuk dan diturunkan secara turun-temurun menjadi suatu keistimewaan tersendiri. Keunikan ini menjadi aset penting bagi negara Indonesia dan harus dijaga keberadaannya. Akan tetapi, globalisasi yang terjadi di Indonesia menyebabkan masuknya budaya asing yang tidak sesuai dengan karakter bangsa ini. Globalisasi ini mempengaruhi generasi muda sehingga kelestarian budaya Indonesia terancam punah. Oleh karena itu, pemanfaatan media sosial pada era digital menjadi salah satu cara terbaik untuk menyebarkan budaya Indonesia kepada generasi muda, sehingga kebudayaan tersebut dapat terjaga kelestariannya.

Hal demikian disampaikan oleh salah satu generasi muda Buol Rusdianto Timumu, Selasa (15/11/2022) saat bersua dengan suarautara.com. Rusdianto mengatakatan ” Secara tidak langsung, hal ini dapat mengakibatkan punahnya kebudayaan lokal. Ketertarikan generasi muda akan budaya-budaya asing memang dapat memperluas pengetahuan mereka, tetapi ketika pengetahuan budaya asing lebih banyak dibandingkan budaya lokal maupun Indonesia sendiri akan menjadi sebuah permasalahan. Ketika generasi muda mulai tidak tertarik dan lupa akan kebudayaan mereka, maka ini akan menjadi sebuah ancaman bagi negara itu sendir,” jelasnya.

Ia menambahkan, Kurangnya minat generasi muda terhadap budaya-budaya lokal yang ada di Sulteng khususnya dan Indonesia pada umumnya  dapat diakibatkan oleh kurangnya sosialisasi dan kurang maksimalnya pemanfaatan media sosial di era digital saat ini. Akibatnya, generasi muda menjadi kurang peduli akan keberadaan budaya itu sendiri. Secara tidak langsung, berbagai kebudayaan yang diwariskan secara turun-menurun akan hilang.

” Punahnya kebudayaan juga berarti akan menghilangkan ciri khas dan keistimewaan dari Buol itu sendiri. Selain punahnya kebudayaan lokal, ada hal lain yang menjadi salah satu dampak dari kurangnya minat pada budaya yang ada di daerah ini, yaitu budaya lokal yang diklaim oleh daerah lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelestarian budaya daerah menjadi hal yang penting bagi masa depan daerah ini. Hal ini dapat diawali dengan mengembalikan ketertarikan generasi muda akan budaya yang ada.” beber Rusdianto yang juga sebagai Pendamping Desa Kementerian Desa bertugas di kecamatan Momunu, Kab.Buol sejak tahun 2017 silam/

Oleh karena itu menurut Rusdianto, pemanfaatan media digital untuk menarik perhatian generasi muda merupakan salah satu cara yang paling efisien untuk mengatasi masalah ini. Dengan demikian, kebudayaan Buol akan tetap menjadi keistimewaan yang dapat terus diwariskan secara turun-temurun dengan cara mereka masing-masing tanpa menghilangkan nilai dari budaya itu sendiri.” pungkas pria kelahiran 11 Februari 1987.

 

[erpe]

Berita Terkait

62 Personel Polresta Banggai serta Polsek Kota  Amankan Aksi Seribu Lilin Aliansi Untika Melawan
Ketoprak Madura di Tengah Badai Globalisasi
Untuk yang ke Sekian Kalinya, Hosnatun Diundang Menjadi Juri Pada “Festival Musik Tong-tong” se-Madura
Pastikan Pendidikan Anak Berkualitas Bunda PAUD Banggai Syamsuarni Amirudin Monitoring Sekolah di Batui
Ayoo..Ramaikan Gebyar Seni Generasi Muda Banggai Siap Digelar Total Hadiah Rp25 Juta
Dandy Bersama Komisi III DPR Provinsi Sulteng Siap Kawal Perbaikan dan Penambahan Armada Feri Luwuk Perkuat Konektivitas Bangkep – Balut
Ketua Komisi III DPRD Sulteng Dandy Putra Asli Babasal Prihatin Kondisi Pelabuhan Rakyat Luwuk Siap Kawal Pembangunan nya 
Pertamina EP DMF Hadir Atasi Krisis Air Saat Kemarau Bangun Sumur Bor untuk 56 KK di Desa Loru

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 21:33 WITA

62 Personel Polresta Banggai serta Polsek Kota  Amankan Aksi Seribu Lilin Aliansi Untika Melawan

Senin, 7 September 2026 - 20:41 WITA

Ketoprak Madura di Tengah Badai Globalisasi

Minggu, 6 September 2026 - 05:34 WITA

Untuk yang ke Sekian Kalinya, Hosnatun Diundang Menjadi Juri Pada “Festival Musik Tong-tong” se-Madura

Jumat, 4 September 2026 - 00:36 WITA

Pastikan Pendidikan Anak Berkualitas Bunda PAUD Banggai Syamsuarni Amirudin Monitoring Sekolah di Batui

Kamis, 3 September 2026 - 15:24 WITA

Ayoo..Ramaikan Gebyar Seni Generasi Muda Banggai Siap Digelar Total Hadiah Rp25 Juta

Berita Terbaru

Sastra Seni Budaya

Ketoprak Madura di Tengah Badai Globalisasi

Senin, 7 Sep 2026 - 20:41 WITA