SUARAUTARA, Buol – Bupati Buol dr. Amirudin Rauf, Sp.Og, M.Si hadir sekaligus meresmikan PT. Palma Lestari Jaya yang bertempat di Desa Momunu, Kecamatan Momunu, Kabupaten Buol Sulawesi Tengah (Sulteng), Rabu, (5/10/22).

Turut hadir Perwakilan PT. Palma Lestari Jaya dan jajarannya, para pimpinan OPD, Camat Momunu, Kades dan seluruh masyarakat Kecamatan Momunu yang sempat hadir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutanya, Bupati menyampaikan sejarah kedaulatan atas tanah adalah sejarah pemiskinan yang berkepanjangan.

“Sepengetahuan saya, dalam sejarah, tidak ada penguasaan SDA oleh segelintir orang (modal) dapat mensejahterakan mayoritas orang” ujarnya.
Dirinya menyetir berbagai pendapat ahli ekonomi yang mengatakan: tidak ada hubungan signifikan antara investasi yang memonopoli tanah/SDA dapat mengurangi pengangguran.
“Atas nama kedaulatan rakyat atas tanah, saya pernah berhadapan dengan menteri dan penasehat menteri tamatan Belanda dan Harvard University agar saya mau melepas tanah 10 ribu hektar.
Olehnya Bupati Buol menegaskan dirinya hanya akan melayani rakyat, sebab, pemilik daerah ini adalah rakyat.
Selama ini, petani sawit di Buol mengalami apa yang di sebut kemiskinan secara sistematis.
Betapa tidak, sebagai pemilik lahan (baca: Tanah) petani di perhadapkan dengan harga TBS yang murah dan terbelit dengan hutang yang begitu besar.
“Alhasil, banyak petani yang memilih untuk menjual TBS mereka ke Wilayah Pasangkayu sekalipun harus di potong ongkos transportasi. Padahal pemerintah telah menetapkan harga TBS yang layak, namun tidak di indahkan” terang Bupati.
Olehnya Hadirnya PT. Palma Lestari Jaya, merupakan solusi bagi TBS Petani, sebab, harga yang akan di patok oleh mereka adalah harga pabrik yang selama ini di berlakukan di beberapa wilayah pabrik mereka.
Saat ini PT. Palma telah menerima tenaga kerja lokal, dan telah di kirim untuk belajar di Mamuju.
“Harapannya putra-putri yang di didik di sana dapat membawah ilmu yang berguna baik untuk perkembangan industri daerah dan juga meningkatkan ekonomi masyarakat dan daerah kedepan” ujar salah satu petinggi PT. Palma.
Peresmian ini di lakukan dengan penandatanganan tertulis, membunyikan gong, dan pengguntingan pita.(iq)

























